Mau Begal, Ehh... Yang Dibegal Ternyata Tentara Jago Bela Diri, Hasilnya...


[caption id="attachment_4347" align="aligncenter" width="590"]Nanang, begal yang sekarat dan akhirnya meninggal. Nanang, begal yang sekarat dan akhirnya meninggal.[/caption]

Percaya atau tidak, hukum karma ternyata berlaku. Hal tersebutlah yang terjadi pada dua pelaku begal, Nanang (20) alias Panjul warga Demak dan Deni (20) warga Semarang. Bahkan salah satu pelaku harus meregang nyawa.

Peristiwa bermula ketika kedua pelaku kriminalitas itu membuntuti target sekitar pukul 23.30 WIB menggunakan Satria F warna biru bernopol H 1519 AD..

Kejar-kejaran sempat terjadi. Korban yang mengendarai Honda Beat bernopol H 3214 AHE berhasil dipepet. Korban yang diketahui bernama Mashudi (47), anggota Intel Korem 073 Makutarama Salatiga yang berpangkat Sersan Satu ini turun dari motor dan langsung melancarkan serangan.

Tendangan kaki kanan Mashudi mendarat telak di kepala Nanang. Sementara Deni yang hendak menolong juga harus merasakan kerasnya tinju tentara itu.

Yakin tak bisa menandingi jurus-jurus Mashudi, kedua pelaku memilih menggunakan jurus pamungkas, kabur.

Tak mau pelaku kabur begitu mudahnya, Mashudi berusaha mengejar sambil berteriak jambret.

“Sepulang tugas, saya dipepet dua orang tak dikenal. Mereka mencoba merampas motor saya saat itu. Saya kemudian mencoba melawan dengan menghajar keduanya. Mereka lari terbirit-birit menggunakan motornya. Saya teriaki mereka saat itu. Jambreeettt !!! ” terang Sertu Mashudi.

Pelaku yang ketakutan itu tidak dapat mengendalikan laju sepeda motornya, dan menabrak pagar tembok Mts Rohmaniyah Menur, Mranggen.

Nanang yang kabur ke area persawahan di Desa Menur tertangkap tangan oleh warga yang mengejarnya.

Nanang dihakimi warga hingga kritis dan akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sementara Deni yang melarikan diri ke arah Semarang berhasil diamankan Sertu Mashudi bersama anggota Polsek Mranggen saat itu juga di wilayah Citarum, Semarang. (bbs)

Tidak ada komentar