NASIB RAKYAT KECIL! Anak Hampir Mati Tergilas Avanza, Suami Malah Dipenjarakan


hukum-diperjual-belikanSudah jatuh tertimpa tangga, masuk parit lagi. Mungkin itulah pribahasa yang tepat untuk melukiskan keadaan rakyat kecil di mata hukum, seperti kisah Nuralida (34) warga Jalan Brigen Zein Hamid Gang Pembangunan, Delitua ini.

Pasalnya, setelah anaknya, Gadis yang berusia 2 tahun terkapar dilindas mobil, suaminya juga terpaksa mendekam dibalik jeruji besi karena dilaporkan si penabrak, Atiwongso (66), nenek keturunan Tionghoa.

Kejadian bermula saat perayaan 17 Agustus 2016 di wilayah rumah Baharrudin. Saat perayaan, tiba-tiba lewat sebuah mobil Avanza hitam ditengah kerumunan warga langsung menyenggol balita berumur 2 tahun bernama Gadis hingga terkapar di Jalan.

Diduga terkejut, Atiwongso bukannya berhenti malahan menggas mobilnya hingga melindas balita 2 tahun hingga berak ditempat. Ironisnya lagi, usai ditabrak kepala korban retak dan mengucurkan darah.

Melihat Atiwongso yang hendak kabur, bapak korban (Baharrudin) pun mengejar pelaku. Karena jalanan sepi, pelaku pun berhasil ditangkap dan diserahkan ke Kepling. Namun saat dibawa, Atiwongso terjatuh dan wajahnya terluka. Sedangkan korban langsung dilarikan ke RS Mitra Sejati.

Melalui kuasa hukumnya, Atiwongso yang ketakutan meminta berdamai dengan perjanjian tidak boleh menuntut dan pelaku memberikan uang perobatan kepada korban. Namun, meski sudah berdamai, seminggu kemudian, Jumat (26/8) Baharrudin ditangkap petugas Satreskrim Polresta Medan dengan tuduhan penganiayaan.

“Awalnya kejadian itu pada saat perayaan 17 Agustus-an. Anak saya ditabrak nyonya itu (Atiwongso) hingga berdarah-darah dan kepala anak kami retak. Maaf cakap sampai berak ditempat pun,” ujar Nuralida saat ditemui di Mapolresta Medan.

Nuralida pun menceritakan kisah pilunya tersebut, ia menambahkan pelaku yang menabrak anaknya itu nenek-nenek keturunan Tionghoa berumur 66 tahun.

“Jadi saat anak saya dilindasnya, pelaku mencoba melarikan diri dan langsung dikejar warga dan suami saya. Karena jalanan sempit nyonya itu tertangkap dan dibawa kerumah kepling. Saat dibawa itulah Nyonya itu terjatuh wajahnya kena aspal. Tapi gak ada dipukul suamiku. Malahan nyonya itu diserahkan ke Kepling dan kerumah menantunya,” ceritanya.

Nuralida menjelaskan, setelah itu ia pun bersama warga membawa anaknya berobat ke RS Mitra Sejati.
“Kami kesalnya saat kejadian, nyonya itu malah bilang “kan anaknya sudah mati”, memang anakku itu binatang?. Dari keterangan dokter anak kami itu mengalami luka retak kepalanya,” terangnya.

Selanjutnya, Nuralida menjelaskan, pelaku kemudian datang bersama pengacaranya meminta berdamai. Namun setelah berdamai suaminya dilaporkan ke Polresta Medan kasus penganiayaan.

“Setelah berdamai, suami saya malah dilaporkan kasus penganiayaan. Padahal ada bukti CCTV tidak ada suamiku memukul nyonya itu,” terangnya.

Nuralida berharap adanya keadilan untuk suaminya. Pasalnya, suaminya dijebak pihak Atiwongso.

“Suami saya itu dijebak, kejadian 17 Agustus, tanggal 26 Agustus suami saya ditangkap,” harapnya mengakhiri.

Ketika dikonfirmasi, Kanit Pidum Polresta Medan, AKP Rahmat Wibowo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti lainnya sehingga pelaku ditangkap.

“Tidak ada kriminalisasi, kami sudah periksa saksi-saksi dan alat bukti lainnya serta keterangan tersangka,” jelasnya singkat. (Red)

1 komentar: