Pengemis Bule di Bali Ini Ternyata Penipu, Pernah Diusir dari Thailand, Hasil Ngemisnya Buat Sewa PSK


pengemis-penipu

Kedok pengemis bule yang meminta-minta di Bali akhirnya terbongkar. Tak tanggung-tanggung, aksi penipuannya ternyata sudah pernah dilakukan di berbagai negara di Asia.

Media Coconuts Bangkok pernah memberitakan soal Holst pada September 2014 lalu. Saat itu Holst membuat publik ibukota Bangkok tersentuh karena dia mengemis di jalanan Khaosan dan karena tak punya uang untuk pulang.

Akhirnya Kedutaan Jerman memberikan paspor baru dan tiket pesawat pulang. Tak hanya itu organisasi kemanusiaan di Thailand pun menyumbang 50 ribu baht (sekitar Rp 18,9 juta) untuk Holst.

Namun hanya selang sehari, pria berusia 29 tahun itu ditemukan tengah berpesta dengan PSK di Pattaya. Tak butuh waktu lama, Holst pun akhirnya diusir dari Thailand. Tak berhenti di situ, pada Maret 2016, Holst terlihat berada di dekat stasiun kereta bawah tanah Wan Chai, Hong Kong dengan tujuan yang sama yakni meminta-minta.

benyamin-holst

Dia pun membuat publik Thailand emosi karena memposting foto di Facebook pribadinya tengah makan pizza mahal senilai 200 dolar Hongkong (sekitar Rp 337 ribu). Tak hanya itu, dia juga berkunjung ke Kedutaan Thailand di Hong Kong sambil bercanda untuk diberi izin kembali ke Thailand.

Dan bagi kamu yang sudah memberinya bantuan di Tabanan, mungkin bakal semakin emosi dengan fakta baru ini. Karena pada akhir Agustus lalu, Holst memposting foto dirinya tengah bersenang-senang dengan perempuan seksi di kawasan Legian.

Salah satu akun bernama Derk Reckel menyebut Benyamin Holst adalah pengemis profesional. Bahkan dia menyebut Benyamin pernah mengemis di Bangkok dan Manila sebelum magemis di Bali.

“He is professional beggar. Did the same in Bangkok, got help as some people collected funds, spend the money on party and continued begging. Just don’t give him anything, say Derk, Germany,” tutur Derk.

Bahkan, Derk meminta Imigrasi Indonesia untuk menahan dan segera mendeportasi Benyamin Holst ke Jerman. Tujuannya memberi pelajaran kepada yang bersangkutan agar tidak mengemis sembarangan.

“If the Indo people realy want to help him, the immigration should put him in jail for some weeks because of working as a begger without appropriate visa. Just deporting doesnt give him a lesson,” kata Derk. (bbs)

Tidak ada komentar