Sering Disiksa dan Ditinggalkan Suami, Ibu 3 Anak Ini Jualan Baju Bekas Hingga Tengah Malam


Dinginnya udara malam membuat sebagian warga lebih memilih berdiam diri di rumah. Berkumpul dengan keluarga sembari menonton televisi. Tapi tidak dengan  ibu 3 anak ini.

Namanya Dewi (27). Nikah di usia 19 tahun. Sang suami yang seharusnya menjaga dan menafkahi, pergi entah kemana. Meninggalkan tiga anak yang masih kecil. Anak pertama kelas 1 SD, anak kedua di TK, sedangkan si bungsu masih dua tahun.

Mahalnya biaya pendidikan membuat Dewi harus banting tulang sendiri. Dengan segala keterbatasan biaya, Dewi coba menjual baju bekas di pinggir jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Plastik sepetak jadi alas dagangannya. Tak jarang ia berjualan hingga larut malam. Meski lalu lalang kenderaan sudah semakin sedikit, dan udara semakin dingin.

janda 3 anak

Ketiga anaknya setia menemani. Emperan di samping parit jadi tempat tidur kedua anaknya yang tak bisa menahan kantuk. Kerasnya beton tak dirasa mereka. Pekatnya abu jalanan seolah makanan sehari-hari.

Beberapa saat kemudian, seorang tukang becak menghampiri Dewi. Sembari mengusap-usap kedua anaknya. Setelah kuhampiri, ternyata tukang becak tersebut memberi obat anti nyamuk ke anak-anak Dewi yang sudah lelap tertidur. Seraya menawarkan tumpangan untuk Dewi supaya segera pulang.

"Aku bukan suaminya bang. Karena sering kulihat dia jualan sampai malam, aku jadi iba. Apalagi lihat anak-anaknya. Jadi teringat anakku di kampung. Rumah si Dewi ini di Gang Family, nggak jauh dari sini. Aku tau karena pernah mengantarkan mereka pulang," terang abang becak itu.

"Si Dewi ini sedikit terganggu jiwanya. Aku dengar dari orang-orang sini, karena sering dipukuli suaminya," tambah abang becak yang lupa kutanya namanya itu.

Saat kutanya, apakah Kepling atau Lurah tahu ada warganya seperti ini?

"Nggak usah diharapkan kalau mereka itu bang. Tahu sama tahu ajalah kita. Ngurus KTP nggak bayar aja sudah ajaib kali kurasa," jawabnya sembari menghela nafas.

janda 3 anak1

Nasi goreng yang rencananya kubawa pulang, kuserahkan ke anak-anak Dewi. Sebagai pengganjal perut di malam yang dingin. Beberapa lembar rupiah dari dompetku yang tipis segera berpindah ke tangan Dewi.

"Buat biaya sekolah anak-anak," ujarku.

Dewi hanya tersenyum tipis. Pandangannya kosong. Tapi kudengar ia mengucapkan terima kasih.

Semoga ada orang yang terketuk hatinya untuk membantu mereka. Dan buat para suami, jangan pernah sia-siakan keluargamu!

1 komentar:

  1. Ibu sejati..tdk berkeluh kesah krn keadaan dan kejamnya suami...tp trs berjuang utk anak2nya..tak ada namanya gengsi sedikitpun yg penting kerjaanya tdk jahat dan berbuat dosa... Semoga Tuhan menjaganya dan memberi jalan untuk mereka bahagia.. Salut..!!

    BalasHapus