S.M. Amin Nasution, Tokoh Besar Asal Sumut yang Dilupakan


amin nasution

Mr. S.M. Amin Nasution diangkat sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara pada tanggal 14 April 1947 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta dan dilantik di ibukota Sumatera Utara di Pematang Siantar saat kota Medan diduduki Belanda.

Belanda katakan Republik Indonesia sudah kiamat, ibu kota negara, Jakarta, Jogya sudah kami duduki, semua pemimpin termasuk Bung Karno dan Bung Hatta sudah kami tangkapi. Indonesia mati suri, Indonesia sudah tidak ada.

Mr.SM Amin Nusution menantang klaim Belanda itu. Dia seakan proklamirkan, pusat boleh ditawan, Sumatera Utara sebagai bagian RI masih ada, pemerintahan daerah yang sah berjalan di sini.

Tiga bulan menjalankan pemerintahan sipil di Pematang Siantar, ketika para pejuang bersenjata kalah dan gagal mempertahankan Ibu Kota Sumut itu, dia ditangkap Belanda, diinterogasi di Hotel Siantar, "RI sudah tidak ada kenapa ente ngaku sebagai Gubsu yang sah", begitu kira kira Belanda menyekapnya.

Lalu dia ditawan, dibawa ke Medan pada bulan Juli 1947. Tapi licin bagai belut dia berhasil melarikan diri ke Penang untuk masuk ke Kuta Radja (Aceh) dan melanjutkan roda pemerintah sipil RI di Sumut. Belanda tidak berani masuk Aceh untuk memburunya.

Lalu dengan cerdik dia membentuk parlemen (DPRD) pertanda adanya pemerintah yang lengkap. Dia undang tokoh,wakil wakil dari keresidenan Tapanuli, Sumatera Timur dan Aceh ke tempat tersembunyi di Tapak Tuan untuk dia lantik dan dia sebagai ketuanya, yang masa itu dimungkinkan.

Di Koeta Radja/Banda Aceh (waktu itu Aceh bagian dari Provinsi Sumatera Utara) dia menerbitkan dua seri uang perlawanan Republik Indonesia (Uripsu) yang berlaku untuk seluruh daerah Sumatera Utara. Uang daerah ini bagian dari perjuangan melawan sistem moneter Belanda yang memberlakukan uang Gulden dan uang Nica.

uang sumut

Tahun 1948 setelah Agresi Militer II Belanda, Mr. S.M. Amin Nasution diangkat secara resmi sebagai Gubernur Provinsi Sumatera Utara. Dalam sejarah dia merupakan satu-satunya gubernur yang pernah dilantik oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Dia 3 kali selama 7 tahun dilantik menjadi Gubernur Sumut, selalu dilantik pada masa masa genting dan krisis termasuk menghadapi perlawanan Aceh yang ingin memisahkan diri dari republik Indonesia.

Mr.SM.Amin Nasution merupakan Gubsu yang sebelumnya berlatar tokoh nasional, aktif dalam kongres pemuda ke 2 sebagai sekretaris Mr.Mohammad Yamin. Dia juga menjadi ketua Komite Muda Indonesia 1928 yang melebur berbagai organisasi kedaerahan.

amin nasution1

Siapakah tokoh dan pejabat Sumut yang mengenal tokoh terlupakan ini? Tak ada satu penandapun dibuat pemimpin di sini, tidak ada nama jalan untuk mengenangnya di Pematang Siantar, Banda Aceh dan Medan, sementara banyak tokoh yang tidak jelas kontribusinya bagi perjuangan RI dan Sumut bertabur di jalan jalan di tiga kota itu.

Sewaktu wakil walikota Medan Akhyar Nasution Nasution Akhyar mengunjungi rumah sejarah patik di Marelan bulan lalu, lupa patik tanyakan apa dia kenal tokoh besar Sumut ini.

Lupa juga patik bertanya apakah surat dari pimpinan DPR RI tertanggal 25 Juli 2016, yang mengusulkan agar di Medan ada nama jalan untuk mengenang tokoh , ada sampai di mejanya?

(Prof. Ichwan Azhari, Sejarawan)

Tidak ada komentar