Tubuh Bocah Ini Diikat di Tempat Tidur, Lalu Disirami Air Mendidih


[caption id="attachment_4312" align="aligncenter" width="360"]penyiksaan-anak Kondisi Mel saat akan diselamatkan warga.[/caption]

Entah setan apa yang merasuki pasangan Suparto (39) dan Yasmin Laia (38) hingga tega menyiksa anak angkat mereka dengan begitu sadis. Mel yang berusia 8 tahun dan kakaknya Heti Lase menderita luka serius di seluruh tubuh.

Tragedi ini terbongkar ketika tetangga korban yang tinggal di Jalan Sidomulyo, Dusun VI A, Pasar 7 Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, mendengar jeritan anak kecil dari dalam rumah. Jeritan yang tak kunjung reda tersebut menyulut warga untuk menghampiri rumah pasangan Suparto dan Yasmin tersebut.

penyiksaan-anak3 penyiksaan-anak2 penyiksaan-anak1

Apa yang nampak di depan mata sungguh sangat menggugah rasa kemanusiaan. Mel ditemukan dengan tubuh penuh luka bakar. Disekitarnya tergenang air yang masih terasa panas. Mel ternyata diikat di tempat tidur lalu disirami air panas oleh orang tua angkatnya!

Tanpa basa-basi, warga langsung menyelamatkan Mel dan kakaknya yang ditemukan pingsan. Mereka langsung dirawat di RS Bhayangkara Medan.

Kini kondisi siswa SD tersebut cukup memprihatinkan setelah tubuhnya disiram air panas. “Korban dibawa ke sini sekira pukul 01.00 WIB oleh tokoh masyarakat setempat. Setelah tiba di rumah sakit, korban langsung kami tangani di ruang IGD,” kata Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol Farid Amansyah.

Dari pengakuan kedua korban, terkuaklah kisah penyiksaan sadis yang dilakukan orangtua angkat mereka.

“Saya sering dipukul, Pak. Sama Bapak dan Tante (Yasmin dan Suparto), saya dipukul pakai pisau dan kayu,” ungkap Mel dengan suara terbata-bata.

Kondisi yang masih memprihatinkan, Mel tampak masih belum stabil dan kehilangan energi untuk mengungkapkan curahan hatinya. Mirisnya, bocah tersebut mengaku telinganya pernah disayat hingga luka.

“Saya pernah dijepit juga pakai tang. Sakit sekali rasanya waktu itu, Pak,” akunya.

Terpisah, Kepala Rumah Sakit RSU Bhayangkara Medan, Kombes Farid mengatakan, banyak sekali bekas luka yang dialami Mel.

“Bekas siraman air keras itu, kita lihat ada di bokong, punggung, lengan kanan kiri serta leher. Untuk bekas jeratan ada di kaki kanan kiri. Dan bekas benda tumpul ya, ada di mata sama lengan kiri,” ungkapnya.

korban-penyiksaan-medan

Farid belum dapat memastikan kapan Mel dapat keluar dari RSU.

“Selain mengalami luka bakar, korban juga mengalami kekurangan darah. Selama ini, korban juga kekurangan gizi,” ujar Farid dikutip Ngobrol.top dari PojokSatu

“Kan orang bisa cepat pemulihan fisik ya, tapi untuk psikis kan susah diobati. Jadi kita sudah buat tim untuk mengobati semua korban tersebut. Ada tim untuk luka bakar, tim dokter ahli, tim osikologis dan banyak lagi,” tutupnya. (ant)

1 komentar:

  1. Sangat Kejam sekali ..HARUS ditindak sangat tegas... Orangtua angkat itu harus dihukum setimpal.. periksa apa ada dendam thdp sesuatu shngga angkat anak untuk lampiaskan dendam thdp org atau golongan tertentu??

    BalasHapus