5 Kronologi Menggemparkan Pak Kusrin, Pergi Haji Dikawal Jin


[caption id="attachment_4530" align="aligncenter" width="650"]Pak Kusrin, tuang becak yang pergi haji dikawal jin. Pak Kusrin, tuang becak yang pergi haji dikawal jin.[/caption]

Fenomena pergi haji dikawal jin begitu menggegerkan publik. Adalah Kasrin, seorang tukang becak yang disebut-sebut berhaji tapi tapi tak terdaftar secara resmi di Kementerian Agama. Warga RT 3, RW 2, Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Pamotan, Rembang, Jawa Tengah itu pulang dari melaksanakan rukun Islam ke-5 pada Selasa (4/10) lalu.

Berikat beberapa pengakuan dari Kasrin, si haji mistis yang bikin gempar:

1. Pergi Haji Dikawal Jin Bu Indi


Kasrin meninggalkan rumahnya di Dukuh Gembul Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, selama 44 hari dan baru tiba pulang ke rumahnya, Selasa (4/10). Saat ditemui di rumahnya, dia mengaku menunaikan ibadah haji ke tanah suci, meski namanya tak tercantum dalam daftar jamaah di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) setempat.

Kasrin pun menceritakan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji, di tanah suci. Menurut Kasrin, dia Pergi Haji Dikawal Jin Bu Indi, sosok wanita dari dunia lain (jin). “Sejak berangkat dari Lasem, pada Selasa (23/8/2916) malam, saya terus nginthil (menempel atau membuntuti) Bu Indi,” kata Kasrin.

2. Sosok Bu Indi adalah…


Menurut Kasrin, Indi merupakan pengguna jasa becaknya sejak 21 tahun silam. Rumah Indi tak jauh dari Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem, Rembang. Sebelum mengenal Bu Indi, lokasi rumah perempuan itu adalah hamparan tanah kosong. “Tapi saya melihatnya di situ ada rumah. Mungkin kalau yang lihat orang lain, ya masih tanah kosong, tak ada rumah di situ,” tambah Kasrin.

Sejak berangkat ke tanah suci, Bu Indi terus berada di dekat Kasrin. Sang makhluk dari dunia lain itu memerintahkan Kasrin untuk memegangi pakaian bagian belakangnya. “Waktu di dalam bus, Bu Indi duduk di samping saya. Kami duduk di bagian tengah, tapi sepertinya orang-orang di bus tak melihat kami,” tambah Kasrin.

3. Tak ada yang melihat Kasrin dan Bu Indi


Hal serupa juga dialami Kasrin saat sampai di Debarkasi Donohudan, Boyolali. Dia mengaku, saat rombongan naik pesawat, dririnya juga naik pesawat. Namun orang-orang di sekitarnya seperti tak sadar bahwa dia dan Bu Indi juga ikut bersama mereka.

Tak hanya itu, Kasrin juga luput dari pemeriksaan petugas bandara. Kasrin pun terbang bersama rombongan jamaah haji lainnya.

4. Tak boleh terpisah dari Bu Indi


Begitu tiba di tanah suci, Bu Indi mewanti-wanti Kasrin agar jangan sampai terpisah sekalipun. Kata Bu Indi kepadanya, jika sampai terpisah Kasrin tak akan bisa pulang kembali ke tanah air.

“Di tanah suci selama 44 hari menunaikan ibadah haji. Saya selalu nginthil bu Indi. Baik saat sa’i, tawaf mengelilingi Ka’bah, salat, dan lain-lain,” tandas Kasrin.

5. Uang dari sosok tak terlihat


Kasrin mengungkapkan, sebelum pergi berhaji, seminggu sekali dirinya selalu memberi amplop berisi Rp 50 ribu ke masjid di dukuhnya. Bahkan, sesaat sebelum berangkat, dia juga menyerahkan amplop berisi Rp 1 juta kepada pengurus masjid.

Saat ditanya uang itu pemberian siapa, Kasrin menjawab bahwa yang memberinya tidak kelihatan. ”Namanya manusia kan beda-beda. Ada yang bisa lihat hal seperti itu, ada pula yang tidak,” tuturnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Kudus. (mas/jgp)

Tidak ada komentar