Demi Lindungi Suami, Kepala Ditembus Peluru


tkp-penembakan-ibu-muda

Kisah pengorbanan seorang istri ini terjadi di Medan. Demi lindungi suami, ia rela mengorbankan nyawa. Kepalanya ditembus peluru orang yang ingin membawa suaminya.

Peristiwa menggemparkan ini terjadi di Blok E, No.1, Komplek Tor Ganda II, Kelurahan Asam Kumbang, Medan Tuntungan, Selasa (18/10).

Korban, Indri Wahyuni (27) seorang ibu rumah tangga ditembak lantaran berusaha menolong suaminya, Saiful Riza (34) yang pada siang kemarin ingin dibawa tiga pria. Mereka juga disebut-sebut sebagai penagih utang.

Indri tewas setelah peluru menembus pipi kanan dekat hidung tembus ke kepala bagian belakang. Korban terpental ke parit bersama putri yang sedang digendongnya.

Linda, warga yang tinggal tepat di depan rumah korban mengatakan, pelakunya adalah tiga pria naik Toyota Terios warna Silver. Begitu masuk, ketiganya terdengar cekcok dengan Saiful.

Keributan berlangsung hingga di luar rumah. “Aku tidak tahu kenapa mereka ribut,” aku Linda. Tak lama terdengar suara tembakan. Selanjutnya ketiga pelaku pergi.

Saksi lainnya yakni Chandra dan Agus mengungkap, suami korban terlihat dalam posisi diborgol ketika dibawa keluar dari rumah.

Saat bersamaan, sambil menggendong putrinya yang masih berusia 2 tahun, berusaha menghalau pelaku membawa pergi suaminya.

Saat itulah, pelaku berperawakan kecil menembakkan pistol warna hitam. Sebelum menembak, pelaku sempat mengokang senjatanya. Belum lagi hilang suara tembakan, korban sudah jatuh ke parit bersama anak yang digendongnya.

Melihat itu, pelaku lainnya langsung membuka borgol Saiful. Pria ini disuruh membawa istrinya ke rumah sakit. Seketika itu juga Saiful bergegas mengangkat tubuh istrinya ke mobil Pajero mereka.

Begitu Saiful melajukan mobil, para pelaku juga pergi meninggalkan lokasi kejadian. “Kami nggak kenal kali sama pemilik rumah. Mereka baru 3 bulan tinggal sini,” ucap Nur dan Iqbal, warga sekitar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal mengatakan kalau korban tertembak ketika menghalangi para pelaku membawa suaminya. “Suaminya hendak dibawa dalam keadaan tangan diborgol oleh para pelaku,” ujarnya.

“Dari CCTV diketahui pelaku kabur dengan mengendarai mobil terios atau rush bewarna putih. Diduga plat kendaraan yang dipakai para pelaku palsu,” ungkapnya.

Masih kata Kasat, setelah kejadian korban dilarikan ke RSUP Adam Malik Medan. Disinggung motif, Fahrizal menyebut belum bisa memberikan keterangan.

“Untuk motifnya kita belum bisa memberikan keterangan resmi. Karena kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Dan kasus ini akan kita yang ambil alih,” tandasnya.

Pun begitu, info dari sumber terpercaya, ada indikasi kasus berlatar belakang utang piutang. Hanya saja belum bisa dipastikan berkaitan dengan narkoba atau bisnis penjualan pakaian.

“Korban adalah pengusaha pakaian,” ungkap sumber sembari menyebut, berembus kabar bahwa utang Saiful mencapai lebih dari seratusan juta. (oki/ras/PM/jpg/nin)

Tidak ada komentar