Gempa Diiringi Letusan dan Surutnya Air Danau Toba, Pertanda Bangunnya 'Raksasa Toba'?

sinabung-meletus

Fenomena alam di Sumut yang terjadi secara beruntun membuat tanda tanya besar. Minggu (23/11/2016) malam sekitar pukul 23.20 WIB, Warga Kota Medan dan sekitarnya merasakan guncangan gempa yang disertai dentuman misterius.

Akibatnya warga Kota Medan berhamburan keluar rumah. Dan banyak yang menuliskan status di media sosial masing-masing terkait gempa yang terjadi.

Dan ternyata, pusat gempa bumi yang dirasakan warga Kota Medan, Minggu (23/10/2016), sekitar pukul 23.20 WIB berpusat di barat laut Deliserdang.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan gempa bumi berkekuatan 3,5 SR. Karena itu, cukup dirasakan masyarakat.

“Gempa Mag:3.5 SR, lokasi 3.44Lu, 98.64 BT (di darat, 7 km Barat Laut Deli Serdang-SUMUT). Adapun kendalaman gempa 19 km,” kata Kepala BPBD Hanna Lore Simanjuntak.

surut

Surutnya Air Danau Toba


Belakangan, debit air Danau Toba terus berkurang. Minggu (23/10), penurunan diperkirakan mencapai 2,5 meter.

“Kondisi saat ini, kita perkirakan terjadi penurunan debit air Danau Toba mencapai 2,5 meter dari sebelumnya. Kondisi itu sangat menganggu aktivitas pengangkutan danau. Seperti saat ini, seluruh dermaga yang ada di wilayah Tobasa tidak berfungsi dengan baik. Kapal-kapal tidak bisa lagi bersandar di dermaga,” ujar Kadishubkominfo Tobasa Ir Pargaulan Sianipar ketika dimintai tanggapannya terkait penurunan debit air Danau Toba, Minggu (23/10).

“Seingat saya, baru kali ini kondisi separah ini terjadi di Danau Toba,” paparnya.

Kondisi itu juga berdampak pada sektor pariwisata pantai. Seperti amatan wartawan di pantai Lumban Bulbul Balige, pendangkalan bibir pantai mencapai 10 hingga 20 meter.

“Sudah ada 20 meter pantai ini surut,” ujar boru Simangunsong, pedagang di pantai Lumban Bulbul sambari mengatakan kondisi itu mengurangi kenyamanan pengunjung.

[caption id="attachment_4887" align="aligncenter" width="614"]supervolcano Perbandingan kedahsyatan ledakan gunung di dunia.[/caption]

Fenomena alam di Sumut Indikasi Bangunnya Sang Raksasa Toba


Fenomena alam yang tidak biasa tersebut diyakini beberapa ahli sebagai awal mula kebangkitan Sang Raksasa Toba.

Kabar terkini yang menyebutkan bahwa Gunung Toba telah aktif lagi mulai menjadi topic hangat dalam pembicaraan masyarakat yang berada disekitaran Danau Toba.

Hal-hal yang membuat warga menjadi percaya adalah dengan aktifnya kembali Gunung Sinabung setelah sekian lama tertidur.

Gunung Sinabung adalah sebagai gunung yang dulunya merupakan Kaki dari Gunung Toba tiba-tiba menjadi aktif lagi dan hal ini membuat warga menjadi sangat terkejut.

Tentu hal ini akan berpengaruh pada aktifitas Gunung Toba. Kabar Gunung Toba yang masih aktif yang diperkuat dengan munculnya sumber air panas baru yang berada di daerah Pangururan, Samosir.

Pulau Samosir ini telah di klaim dan merupakan puncak dari Gunung Toba yang saat ini menjadi Danau Toba. Tentu dapat dibayangkan kan sobat betapa besarnya Gunung Toba pada saat sebelum meletus.

Akibat dari pergeseran lempeng tektonik dari Gunung Sinabung, disinyalir membuat Gunung Toba manjadi aktif kembali.

Semoga Tuhan melindungi kita semua. Amin...




1 komentar: