Hakim Sederhana yang Bebaskan Nek Minah, Tutup Usia


Hakim sederhana, Muslich Bambang Luqmono, yang pernah tangani Kasus Nenek Minah, tutup usia. Hakim sederhana yang biasa bersepeda ke kantor itu tutup usia karena sakit.

"Iya benar, meninggal dunia tadi pukul 19.25 WIB," kata Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Sutoyo, saat dikonfirmasi, Minggu (9/10/2016).

Muslich meninggal dunia di RSU Purwokerto, Jawa Tengah. Muslich terakhir bertugas di Pengadilan Tinggi Semarang. Dia dikenal nyentrik dan sederhana dalam kesehariannya.

[caption id="attachment_4546" align="aligncenter" width="550"]Muslich Bambang Luqmono. (detik.com) Muslich Bambang Luqmono. (detik.com)[/caption]

Gagal Jadi Hakim Agung Karena Dijegal DPR


Namun, Muslich tidak lolos saat hendak maju sebagai hakim agung dan hakim konstitusi. Langkahnya terjegal di DPR yang tidak terpincut Muslich.

Saat Orde Baru, dia menolak masuk Golkar, sebuah organisasi wajib yang harus diikuti oleh hakim kala itu. Akibatnya, Muslich diskorsing dan ditugaskan ke Papua.
BACA JUGA : Inilah Hakim Agung yang Ditakuti Koruptor

Kesederhanaan dan nyentriknya MBL bisa terlihat dari hidupnya sehari-hari. Dia memilih ke mana-mana naik sepeda dan tidak memiliki kendaraan bermotor.

Satu-satunya kendaraan adalah sepeda onthel yang digunakan saat bertugas di Jayapura.  Karena rumah dinas dan kantornya masih satu kompleks. Untuk bepergian sehari-hari, Muslich memilih naik kendaraan umum.

[caption id="attachment_4545" align="aligncenter" width="483"]Persidangan Nek Minah beberapa waktu lalu. Persidangan Nek Minah beberapa waktu lalu.[/caption]

Tangisan Hakim saat Tangani Kasus Nen Minah


Muflih Bambang Lukmono, Hakim Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah yang menangani kasus nenek Minah, yang dituduh mencuri 3 biji buah kakao terbata-bata dan menahan air mata.

Hal ini karena ia tak kuasa menahan haru saat akan membacakan putusannya di depan terdakwa yang sangat lugu. Sementara beberapa pengunjung sidang juga terlihat meneteskan air mata.

Hakim akhirnya memutuskan pidana penjara selama satu bulan lima belas hari dengan ketentuan pidana tersebut tidak usah dijalani terdakwa.

Putusan inipun langsung disambut tepuk tangan para pengunjung sidang. Kasus ini menjadi menarik dan menjadi perhatian wartawan, LSM dan pengamat hukum karena di saat turunnya kredibilitas penegak hukum yaitu polisi dan kejaksaan, justru ada seorang nenek yang dituduh mencuri 3 biji buah kakao dan dimeja hijaukan.(dhn/dhn)

Tidak ada komentar