Ingat Foto Viral Ini? Ini Pengakuan Mengejutkan dari Orang yang Memotretnya


[caption id="attachment_4664" align="aligncenter" width="750"]Foto viral yang menyimpan banyak kisah. Foto viral yang menyimpan banyak kisah.[/caption]

Masih ingat dengan foto seorang ibu-ibu yang kalahkan para crosser ini? Foto viral ini ternyata menyimpan cerita lain tentang kehebatan sang ibu tersebut.

Foto yang diambil di lereng Gunung Semeru tersebut langsung menjadi foto viral di media sosial. Ibu-ibu yang jadi bahan perbincangan publik tersebut diambil fotonya oleh Mochamad Andreas Habibie (29). Ia adalah salah satu rombongan motor trail yang merupakan peserta dalam event New Netral Indonesia Bledex Semeru yang berlangsung di Kabupaten Lumajang, Sabtu (8/10/2016).

Warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi itu menceritakan tentang momen ibu-ibu yang melewati teman-temannya di trak yang cukup berat tersebut.

“Saat kami kesulitan menarik motor itulah tiba tiba ada Ibu-ibu sedang bonceng anaknya lewat. Karena menarik, iseng saya foto,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Perumahan Madania, Selasa (11/10/2016), dikutip dari merdeka.com.

Pria yang akrab disapa Andre tersebut mengaku langsung saja mengupload foto hasil jepretannya ke media sosial.

“Habis ambil foto langsung saya unggah di facebook dan saya melanjutkan perjalanan lagi. Saya enggak menyangka bisa jadi viral seperti itu,” jelasnya.

Ia mengunggah foto tersebut pada pukul 10.24 WIB. dengan caption “Jalur yang sama. Keadaan yang berbeda”

Ternyata, Yang Dibonceng Ibu Itu...


Andre lantas menjelaskan jika sebenarnya ibu-ibu tersebut bukan hanya membonceng anak kecil di jok depan saja, akan tetapi juga membonceng dua Ibu-ibu lain. Akan tetapi saat foto itu diambil, dua orang yang diboncengnya turun dari sepeda motor.

“Sebenarnya satu motor isinya empat orang. Cuma saat foto temannya ibunya turun. Saya sama teman teman sampai geleng geleng kepala kok ya bisa,” ujarnya.

Menurut Andre, salah satu yang mebuat sepeda motor bebek tersebut dengan mudah melewati medan itu karena desainnya yang pendek, sehingga kaki ibu tersebut bisa langsung menapak ke tanah untuk menjaga keseimbangan.

Hal itu sangat berbeda dengan motor trail yang memang desannya cukup tinggi, sehingga pengendara kesulitan untuk menginjakan kakinya saat merasa keseimbangannya terganggu.

Dia juga menambahkan, jalur yang dilewati Ibu-ibu tersebut, merupakan lintasan menuju perkampungan lereng Semeru bagian atas. Satu jalur dengan event motor trail tersebut. “Di atas itu ada kampung. Fotonya diambil pas di jalan datar,” jelasnya.

Ada Motor Matic Bawa Bibit Sengon


Sebenarnya tidak hanya ibu-ibu itu saja, Andre mengaku banyak warga yang melintasi jalan tersebut. Bahkan, Andre mengaku mendapati warga menggunakan sepeda motor matic melewati trak penuh lumpur itu sembari membawa bibit sengon.

Andre mengaku keheranan dengan keadaan tersebut, menurutnya sepeda motor trail yang sebenarnya didesain untuk jalanan seperti itu.

“Kondisi jalan memang becek dan cuaca sedang tidak bersahabat. Motor yang kami kendarai cuma muter tidak jalan karena lumpur. Bahkan ada yang mati mesin,” ujarnya. (merdeka)

Tidak ada komentar