Jendral dari Medan Ini Dipelototi Petugas Bandara, Terjadilah...


Jendral dari Medan, Letjen TNI Edy Rahmayadi dikabarkan cekcok dengan petugas Bandara Soekarno Hatta. Seorang petugas protokoler jenderal TNI dikabarkan melakukan pemukulan.

Awalnya terjadi perdebatan saat jenderal bintang dua itu menolak melepas gesper dan ikat pinggang saat diperiksa oleh petugas Aviation Security berinisial E. Saat itu datang petugas Avsec lainnya yang berinisial A ikut cekcok.

[caption id="attachment_4539" align="aligncenter" width="546"]Jendral dari Medan, Letjend Edy Rahmayadi Jendral dari Medan, Letjend Edy Rahmayadi[/caption]

Sumber menyebut, diduga karena ada kata-kata yang menyinggung, anggota protokoler jenderal itu memukul A. Anak buah sang Jendral  juga menantang A berkelahi di luar.

Keributan ini bisa dicegah saat petugas Polisi Militer TNI AU melerai kejadian itu. Anggota protokoler itu pun pergi.

"A kena pukul dua kali di perut dan satu kali di wajah. Sampai saat ini belum ada penyelesaian dari pihak terkait ke Avsec," kata sumber tersebut.

Tidak Ada Cekcok, Hanya...


Kepala Penerangan Kostrad Letnan Kolonel Inf Agus Bhakti sebelumnya memastikan tidak ada percekcokan atau pemukulan yang terjadi saat Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi menjalani pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Saat masuk ke Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (8/10), Pangkostrad mengikuti semua prosedur pemeriksaan yang diterapkan bagi semua calon penumpang.

Namun Pangkostrad menyesalkan sikap yang ditunjukkan petugas keamanan bandara (aviation security) yang tidak ramah saat melakukan pemeriksaan.

"Kami mengikuti prosedur, pejabat TNI diperiksa saat masuk dalam ruang boarding bandara tidak ada masalah. Hanya ada tatapan mata yang menunjukkan ketidakramahan petugas bandara," ujar Agus saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (9/10/2016).

Saat itu Pangkostrad memberikan masukan kepada pihak bandara agar menunjukkan sikap ramah saat memeriksa para calon penumpang. Seluruh calon penumpang pun menurut Pangkostrad harus menaati prosedur pemeriksaan. (mdc/dtc)

Tidak ada komentar