Menguak Misteri Alam Danau Toba Berdasarkan ilmu Pengetahuan Modern


Danau Toba yang menyimpan pesona alam menawan ternyata juga menyimpan keajaiban yang membuat merinding. Kali ini ngobrol.top akan coba menguak misteri alam Danau Toba berdasarkan ilmu pengetahuan modern.

1. Lapisan magma besar yang mematikan


Dilansir dari Livescience, lapisan magma yang berupa tumpukan sangat besar tersimpan tujuh kilometer di bawah dasar danau toba sewaktu-waktu bisa meletus

Penemuan ini bisa sangat mengkhawatirkan. Maklum, menurut para peneliti, di beberapa titik di masa depan, semua cairan magma yang kini tersimpan di bawah Danau Toba bisa saja meledak keluar dari dalam tanah.

toba-caldera

Seperti diketahui, ledakan gunung toba sekitar 74.000 tahun silam adalah ledakan supervolcano terbesar dunia di mana gunung itu mengeluarkan isi magma hingga 2.800 kilometer kubik.

Para peneliti telah mengumpulkan data terkait Gunung Toba bagaimana gunung ini mempunyai mekanisme yang berbeda dalam mengumpulkan magma sebelum memuntahkannya dengan ledakan yang menakutkan.

"Saya rasa ini adalah ciri khas letusan dari gunung Toba ini. Model struktur geodinamika seperti yang dijelaskan oleh hasil penelitian kami memprediksi bahwa dibutuhkan jutaan tahun untuk mengumpulkan volume magma yang diperlukan," kata Christoph Sens - Schonfelder.

Pada dasarnya gelombang seismic akan melaju lebih cepat jika melintasi media padat berupa batuan dan melambat ketika melewati media cair berupa magma. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelambatan gelombang yang mengindikasikan bahwa pada kerak bumi di bawah Danau Toba terdapat magma, yang tersekap dalam kantung magma.

Menurut analisis, yang dipimpin oleh Kairly Jaxybulatov dari Trofimuk Institut Petroleum Geologi dan Geofisika di Rusia , kumpulan magma terdapat di kedalaman tujuh kilometer hinggan 30 meter yang terbentang 10 hingga 20 kilometer di bawah Pulau Samosir.

Namun para ahli mengatakan bahwa temuan-temuannya tidak bisa membantu memprediksi kapan Gunung Toba melepaskan ledakan magma Supervolcanonya kembali.

“Strukturnya mungkin berbeda dari letusan lalu , penelitian kami hanya bercerita tentang satu fase dalam evolusi gunung paling mengerikan ini dan kita tidak tahu di fase sekarang terkait prediksi ledakan Gunung Toba,” tutup Sens-Schonfelder

2. Ruang Hampa seperti di Segitia Bermuda


Danau Toba, danau yang terjadi akibat letusan gunung Toba ini menyimpan sejuta rahasia. Hal ini sedikit terkuak saat ngobrol.top meliput kedatangan paranormal tersohor Mangaraja Sitanggang yang ikut membantu pencarian korban heli jatuh.

Beberapa warga mengaku, di daerah Danau Toba yang tidak jauh dari ditemukannya Frans, salah satu penumpang heli selamat, terdapat ruang hampa. Saat masuk ke ruang hampa, sinyal akan hilang. Radar pun tidak bisa mendeteksinya. Mirip kisah misteri Segitiga Bermuda.

BACA JUGA : 10 Teori Tentang Segitiga Bermuda


 

danau-toba

“Sudah pernah ada peneliti dari Rusia menyatakan di daerah itu memang tidak ada sinyal dan tidak dapat ditangkap radar seperti ruang hampa,” ujar beberapa warga di lokasi pencarian.

Ahli Fisika Yohanes Surya yang juga menjelaskan, udara di atmosfer kita terdiri atas campuran berbagai gas yang jaraknya saling berjauhan. Ruang di antara gas-gas ini dapat diisi upa air. Ketika uap air ini mengembun, maka ruangan yang diisi uap air akan menjadi hampa.

Ruang hampa ini tidak dapat terdeteksi radar karena tidak ada pertikel yang dapat memantulkan gelombang yang dipancarkan radar. Inilah yang menyebabkan pesawat atau apapun yang memasukinya celaka.

“Ruang hampa bisa terjadi di darat bahkan kita juga bisa membuat ruang hampa, yakni dengan cara menghisap udara suatu ruang menggunakan pompa isap. Walaupun begitu, kita tidak bisa membuat ruang yang benar-benar hampa udara. Ruang hampa yang paling hampa yang berhasil dibuat manusia saat ini masih mengandung sekitar 10 juta partikel udara setiap liternya,” sambung pendiri Universitas Surya ini.

Meskipun masih harus dilakukan investigasi lebih lanjut, ruang hampa bisa jadi penyebab jatuhnya helikopter di Danau Toba. (ngobrol.top/bbs)

Tidak ada komentar