Pejabat Tinggi Gugat Laundry Rp210 Juta, Gara-gara Jas Kurang Licin


Entah mimpi apa Budi Imam, saat seorang pejabat tinggi gugat laundry, usaha sampingannya sebesar Rp210 Juta. Biang masalah hanya gara-gara jas si pejabat tidak disetrika hingga licin.

Adalah Mualimin Abdi, Dirjen HAM yang melayangkan gugatan ke Fresh Laundry sebesar Rp 210 juta.

[caption id="attachment_4525" align="aligncenter" width="490"]mualimin-abdi Mualimin Abdi (kiri).[/caption]

Kronologi Pejabat Tinggi Gugat Laundry


Kasus bermula saat Mualimin menyuruh pegawainya untuk mencuci jasnya ke tempat laundry yang berada di Jalan Pedurenan Masjid, Setia Budi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Mualimin meminta jasnya rapi dalam satu hari karena akan dipakai untuk acara di kantor Kemenkum HAM. Keesokan harinya, jas sudah rapi dan diserahkan ke staf Mualimin.

Setelah sampai ke tangan Mualimin, ia merasa kecewa karena jas itu dinilai kurang licin. Masih ada kusut di sana-sini. Si Dirjen tidak terima dan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Jas Seharga Rp10Juta


Rp 210 juta itu berasal dari kerugian materil yaitu Rp 10 juta seharga jas. Adapun sisanya yaitu Rp 200 juta berupa kerugian immateril dengan alasan jas tidak bisa lagi dipakai di acara kenegaraan.

Saat gugatan itu bergulir ke pengadilan, teman-teman Budi tidak terima dengan sikap Mualimin itu.

[caption id="attachment_4526" align="aligncenter" width="558"]Hanya Gara-gara Jas udi Imam yang digugat Dirjen HAM (dony/detikcom) Hanya Gara-gara Jas udi Imam yang digugat Dirjen HAM (dony/detikcom)[/caption]

"Ada yang membantu," ujar Budi yang sehari-hari merupakan Ketua RT 10 itu.

Entah karena apa, akhirnya Mualimin mencabut gugatannya di PN Jaksel pada Kamis (6/10) kemarin. Kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan.

"Ya masalah ini sudah selesai. Kita sudah berdamai. Tidak ada lagi gugatan," tutur Budi.

Nah, bagaimana tanggapan Mualimin atas gugatan itu? Wartawan telah berusaha mengkonfirmasi gugatan itu di kantornya sejak siang ini. Tetapi hingga pukul 17.00 WIB atau jam pulang kantor, Mualimin tidak bersedia menemui wartawan dengan ada alasan sedang rapat.

Pertinyiinyi (gaya Tukul), kalau jasnya pak Dirjen seharga Rp10Juta, berapa harga sepatu dan jam tangannya? Dan yang terakhir, berapa gaji pak Dirjen tersebut? (dtc)

Tidak ada komentar