PENAKUT JANGAN BACA! Kisah Dosen Hantu di Universitas Negeri Semarang


dosen-hantu-di-unnes

Warning bagi yang penakut dan punya penyakit jantung. Kisah sosok gaib yang menyamar jadi dosen di Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini jadi perbincangan.

Beberapa hari yang lalu, dunia maya memang ramai memperbincangkan keberadaan dosen yang datang untuk mengajar itu.

Seorang pengguna Facebook, Anggo, mengunggah foto screenshot pembicaraan grup Whatsapp, diksi 2016, yang membicarakan dosen gaib.

BACA JUGA : Kisah Pohon Keramat di Pinggir Danau Satonda, Banyak yang Bergantung…


 

“ Assoy banget nih UNNES. Serem juga nih kalo kejadian lagi,” tulis dia pada keterangan foto yang diunggah pada Jumat 21 Oktober 2016.

Di foto yang diunggah Anggo, seorang anggota grup yang menceritakan awal mula sang dosen yang datang untuk mengajar di kelas. Awalnya, sang dosen meminta mahasiswa untuk datang ke kelas suatu mata kuliah pada waktu tertentu.

“ Iyo, jare dosen jaluk kuliah jam set.6,” kata dia.

Keanehan pun terjadi...

Dia melanjutkan, pada jam itu, dosen sudah berada di kelas setelah para mahasiswa datang. Anehnya, dosen itu hanya diam tanpa berbicara sepatah kata.

Tiba-tiba, ketua kelas mendapatkan pesan SMS dan isinya mengejutkan. Pesan tersebut berasal dari sang dosen asli yang meminta maaf karena tidak bisa hadir untuk mengajar. Ketua kelas pun terkejut.

“ Yo, ketua kaget to (Ya, ketua kagetlah),” lanjut dia.

Lalu, dosen asli meminta sang ketua untuk melihat kakinya. Sang ketua kelas pun menjatuhkan pulpen di lantai. Ketika diambil, dia melihat kaki sang dosen itu tidak menapak di tanah alias melayang.

“ Eh, ternyata nggandul meen ga ono kakike (Eh, ternyata melayang, men. Tidak ada kakinya),” lanjut dia.

Ketua kelas itu pun langsung mengirimkan pesan lewat grup Line dan meminta semua mahasiswa di kelas itu untuk keluar teratur dan tanpa disertai jeritan. Ketika sudah keluar semua dan tinggal sang ketua dan dosen, “ dosen” itu mendekatinya dan berujar, “ Kamu sudah tahu saya?”

Alhasil, ketua kelas menjerit ketakutan dan keluar kelas.

“ Akhire UAD selama tiga hari diliburke (Akhirnya, UAD selama tiga hari diliburkan),” kata dia.

Hingga berita ini dimuat, keadaan Universitas Negeri Semarang masih mencekam. (dream.co.id)

Tidak ada komentar