Penistaan Agama, Garang Saat di Medsos, Loyo Setelah Ditangkap


penista-agama-markus-poledatu

Penistaan agama menjadi pelanggaran hukum yang serius. Tak boleh sedikitpun lolos dari jerat hukum. Jumat kemarin, langkah sigap Kepolisian Berau Kalimantan patut diacungi jempol. Mereka berhasil membekuk pelaku penistaan agama bernama Markus Poledatu (26).

Penangkapan tersebut dilakukan dengan sangat cepat. Keberhasilan penangkapan tersebut di informasikan oleh Polres Berau, pada Jumat (28/10). Pelaku dibekuk sekitar pukul 08.00 Wita pagi tadi dikediamannya, Jalan Bukit Manimbora, Kecamatan Tanjung Redeb.

Menurut Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Wakapolres Berau, Kompol Indra Kurniawan mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi yang didapat pihak kepolisian terkait dugaan pelecehan terhadap agama melalui komentarnya di sosial media (sosmed) Facebook.

“Setelah informasi yang kami dapat, tim langsung bergerak untuk mencari pelaku dan tadi pagi sudah ditemukan di rumah pelaku,” ungkapnya kepada awak media, Jumat (28/10).

penistaan-agama

Sebelumnya, kepolisian sudah menerima laporan dari beberapa organisasi Islam se-Kabupaten Berau. Namun setelah dikoordinasikan, akan ada satu laporkan resmi yang diwakili untuk buat laporan secara tertulis.

“Laporan sudah ada juga tadi dari 3 organisasi Islam. Tapi kita koordinasikan kembali dan mereka akan buat laporkan tertulis yang akan diwakili oleh salah satu organisasi Islam tersebut,” tambahnya.

Saat penangkapan, pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan para organisasi Islam agar membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif dengan tidak melakukan aksi-aksi ataupun gerakan terhadap kasus ini.

“Kami harap masyarakat bisa membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif, dan perkara ini masih dalam proses kepolisian,” terangnya.

Saat ini, pelaku terancam Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 28 ayat 2 dan pasal 45 ayat 2, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun dan denda Rp1 miliar. (amd)

Tidak ada komentar