Serunya Wisata Mangrove di Kampung Nipah, Ini Info Lengkapnya...


Liburan bukan hanya tentang jalan-jalan menghabiskan uang untuk melepas kepenatan, tapi juga bisa mengandung nilai edukasi, seperti Wisata Mangrove di Kampung Nipah ini.

Bicara tentang mangrove, saya punya pengalaman seru nih liburan fullday di salah satu Desa Mangrove yang ada di Sumatera Utara.

Desa wisata yang saya kunjungi ini diberi nama “Kampung Nipah” oleh masyarakat pengelolanya.

Kampung Nipah merupakan lokasi ekowisata mangrove terpadu berbasis masyarakat pertama di Indonesia, dimana dalam satu lokasi ini terdapat hutan mangrove, pengolahan produk berbahan dasar mangrove, hingga homestay yang dikelola oleh penduduk setempat.

Hutan bakau atau mangrove mempunyai banyak manfaat, salah satunya adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami.

[caption id="attachment_4591" align="aligncenter" width="523"]kampung-nipah Suasana Kampung Nipah.[/caption]

Alamat dan Waktu Perjalanan dari Medan


Wisata Mangrove ini terletak di Desa Muara Maimbai Kec. Sei Nagalawan, Kab. Serdang Bedagai. Desa Wisata Mangrove dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1,5 – 2 jam dari Kota Medan dengan menggunakan transportasi umum dan berhenti di Simpang Pantai Klang, Kec. Sei Buluh masuk ke dalam menuju lokasi wisata kurang lebih 8 km lagi.

Kondisi jalan sudah cukup baik dan sudah di aspal. Anda bisa naik sepeda motor, mobil maupun bus untuk menuju lokasi wisata ini.

Fasilitas di Kampung Nipah


Fasilitas di tempat wisata ini sudah dibilang memadai, karena sudah terdapat kantin, toilet, pondok, tempat salat, area memancing dan terdapat 3 buah homestay, 1 homestay berisi 1 kasur ukuran sedang dan satu kipas angin, kamar ini muat untuk 4 orang. Retribusi masuk lokasi wisata ini berkisar Rp 8.000,- dan parkir Rp 5.000,-.

Sejarah Kampung Nipah


Desa wisata ini dipelopori oleh sepasang suami istri, Sutrisno dan Jumiati. mereka bersama kelompoknya masing-masing pernah mendapat penghargaan di tingkat nasional dan internasional.

Seperti Juara Nasional Adhi Bakti Bina Bahari, penghargaan dari organisasi nirlaba Inggris, Oxfam sebagai pahlawan pangan perempuan (Food Heroes Oxfam) Indonesia tahun 2013, serta pada awal Desember 2013, Jumiati juga terpilih sebagai salah satu tokoh perempuan inspiratif penerima award Tupperware She Can, atas upayanya dalam penguatan ekonomi dan pemberdayaan perempuan di desanya.

Memasuki desa wisata ini, Anda akan menjumpai masyarakat melayu pesisir yang ramah dan senang sekali bercerita. Mereka akan menyambut hangat pengunjung yang datang ke sini.

[caption id="attachment_4590" align="aligncenter" width="494"]Salah satu spot di Kampung Nipah. Salah satu spot di Kampung Nipah.[/caption]

Kuliah Singkat Tentang Mangrove


Hal ini yang membuat saya tak pernah bosan berkunjung ke desa wisata yang satu ini. Sesampainya di lokasi, kita akan dipandu langsung oleh guide lokal dan diberikan kuliah singkat tentang mangrove.

Mulai dari jenis-jenis mangrove, cara menanam mangrove, manfaat mangrove bagi lingkungan serta jenis mangrove apa saja yang dapat diolah menjadi makanan khas. Ada beberapa produk olahan mangrove yang telah diproduksi di desa ini, antara lain: dodol, keripik jeruju, teh jeruju dan sirup.

Untuk makanan olahan mangrove seperti dodol dan sirup hanya ada pada musim-musim tertentu saja, karena bahan dasar untuk membuat olahan ini juga hanya tersedia pada musim tertentu.

Sebaliknya makanan olahan berbahan dasar daun jeruju akan selalu ada saat musim apapun kamu berkunjung kesini, misalnya saja keripik jeruju dan teh jeruju yang juga merupakan cemilan favorit saya kalo berkunjung ke sini.

Kegiatan wajib yang dilakukan dilokasi ini tentu saja menanam mangrove. Namun selain itu, kita juga bisa bermain canoe menyebrangi sungai, berburu kepiting bakau di kolam lumpur, mencari kepah laut hingga hunting sunset.

[caption id="attachment_4589" align="aligncenter" width="518"]Kesyahduan suasana wisata mangrove Kampung Nipah. Kesyahduan suasana wisata mangrove Kampung Nipah.[/caption]

Menu Makan Siang yang Menggugah Selera


Setelah lelah berpanas-panasan menanam mangrove dan bermain canoe, maka kegiatan yang paling dinantikan tentunya makan siang. Menu makanan yang ditawarkan oleh pengelola desa wisata ini pun sangat menggugah selera, beragam seafood mulai dari ikan, kepiting, kepah, udang, serta sayuran hijau dan buah-buahan segar berjajar rapi di meja makan.

Puas bersantap siang, kami pun melanjutkan kegiatan dengan memasang perangkap kepiting di kolam tanah. Sambil menunggu kepiting masuk ke dalam perangkap yang dipasang, kami pun berinisiatif kembali ke tepi pantai mencari kepah laut yang bisa ditemukan didalam pasir pantai.

Menjelajahi desa wisata ini semakin menyadarkan saya betapa pentingnya menjaga kelestarian alam, terutama ekosistem mangrove. Satu pohon memang angka yang kecil untuk mengembalikan kelestarian hutan mangrove seperti sedia kala, tetapi jika dilakukan secara berkelanjutan dan dijaga dengan baik, pasti akan sangat berguna dikemudian hari. (bbs)

Tidak ada komentar