Tahanan Lapas Pematang Siantar SMS Wartawan, Isinya Sungguh Miris...


[caption id="attachment_4557" align="aligncenter" width="510"]Ilustrasi Ilustrasi[/caption]

SMS dari tahanan Lapas Pematang Siantar ini sungguh bikin miris. Demi meraup keuntungan, Kalapas tega memperlakukan tahanan layaknya hewan.

Tahanan di Kamar 11 Blok Enggang pada Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II Pematangsiantar ‘menjerit’. Pasalnya, kamar ini dihuni oleh 62 tahanan.

Sementara, kamar tahanan lainnya hanya diisi belasan warga binaan. Informasi ini dihimpun saat wartawan memeroleh pesan singkat dari seorang tahanan berinisial A
“Mohonlah ya kedan (kawan).

Tolonglah konfirmasi Kalapas, soal layak/tidak layak kapasitas ‘kamar 11’ Blok Enggang menampung tahanan/napi sebanyak 62 orang saat ini,” kata A lewat pesan singkat.

Dia menambahkan, sebenarnya banyak sekali kamar lain di Lapas yang mampu menampung tahanan baru. “Hal seperti ini memang ‘sengaja dilakukan’.

Apabila ada pengaduan masalah ini, maka tahanan/napi yang minta dipindahkan, harus membayar kepada petugas,” tulis pria ini.

Dia membeberkan, selama ini petugas melakukan komersialisasi kamar-kamar di pekarangan Lapas tersebut.

“Kamar di Blok Ambarita sengaja dikomersilkan (nilainya mencapai jutaan rupiah). Datanglah ke LP, lakukan investigasi ke kamar tersebut y… Trim’s,” tulisnya lagi.

Atas adanya informasi itu, dia dan puluhanan tahanan lainnya mengaku sangat menyesalkan tindakan petugas lapas. Karenanya, dia meminta agar para jurnalis mengungkap tindakan sewenang-wenang di area lapas tersebut.

Hal yang sama pernah diungkapkan salah seorang warga binaan berinisial M beberapa waktu lalu.

“Kalau aku sekarang di blok yang padat. Blok ini sebenarnya sudah tak pantas lagi ditambahi orang, karena sudah sangat padat. Tidur pun himpit-himpitan. Berbeda dengan blok yang lain. Orangnya cuma sedikit. Tapi iyalah, ngertilah kita itu,” ujar M.

Terpisah, Kalapas Kelas II Pematangsiantar M Sukardi Sianturi saat disambangi ke Lapas Kelas II Pematangsiantar, di Jalan Asahan, tak berhasil ditemui karena sedang tidak berada di tempat.

“Pak Kalapas lagi keluar bang. Hubungi lewat telepon saja bang,” ujar seorang petugas di sana.

Selanjutnya, Sukardi yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya mengaku sibuk karena sedang mengikuti acara pesta kerabatnya. “Saya lagi di pesta. Lagi di pesta,” ujarnya dari seberang, sambil memutus sambungan telepon.

Namun, pesan singkat yang dilayangkan wartawan terkait keluhan tahanan itu, hingga tadi malam belum dibalas.

(jos/hez/jpg/ms/sdf)

Tidak ada komentar