Tak Kunjung Sembuh, Pasien BPJS Kesehatan Diusir Rumah Sakit


pasiesn

Awal tahun 2014 program BPJS Kesehatan telah resmi diselenggarakan di Indonesia. Namun ada banyak sekali yang dikeluhkan masyarakat mengenai kebijakan ini. Baik itu dalam segi pelayanan, maupun dalam hal transfer data dari pengguna Asuransi Kesehatan (Askes) menjadi BPJS Kesehatan.

Menurut beberapa sumber, memang penggunaan BPJS ini lebih bersifat universal atau menyeluruh bagi semua kalangan dan dapat dinikmati seluruh masyarakat yang memiliki kartu.

Namun kenyataannya kemudahan-kemudahan yang dijanjikan BPJS sepertinya belum bisa dinikmati secara maksimal oleh seluruh kalangan masyarakat. Baik itu kalangan yang sebelumnya menggunakan Askes dan Jamsostek, maupun kalangan masyarakat yang menggunakan Jamkesmas serta masyarakat biasa.

Kali ini muncul kasus mengenai pasien yang dirawat menggunakan BPJS. Manajemen Rumah Sakit Kotamobagu, Sulawesi Utara, mengusir pasien BPJS yang sudah dirawat lebih dari 15 hari. Padahal pasien tersebut berusia tua masih dalam kondisi sakit.

Alfred Daroe pasien BPJS tersebut masih terbaring lemah di ruang rawat inap Rumah Sakit Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Pasien BPJS Kesehatan Maksimal 15 Hari Rawat Inap


Ia menderita Sakit asam lambung dan belum juga sembuh. Namun, anggota keluarga kakek berusia 63 tahun ini sudah mengemasi barang barang pribadinya dirumah sakit.

Sebab dokter yang merawat sudah meminta Aflred untuk dirawat di rumah dan diperkenankan agar segera meninggalkan rumah sakit pada Selasa kemarin, 11 Oktober 2016, dikutip dari tribunnews.com.

Perwakilan rumah sakit menjelaskan, pasien BPJS hanya boleh menjalani rawat inap maksimal selama 15 hari. Alasan lain, pihak rumah sakit khawatir penyakit yang diderita Alfred akan menular ke pasien lain.

Sang istri, Hajira Mokoginta mengaku pasrah karena tak punya kuasa apa-apa untuk tetap bertahan di rumah sakit. Padahal suaminya belum sembuh dan kondisinya masih lemah. Meskipun persyaratan BPJS sudah dilengkapi

Saat dikonfirmasi, tak ada seorang pun dari pihak rumah sakit yang bersedia menjelaskan alasan secara rinci dan pasti mengapa memulangkan pasien BPJS yang masih sakit. Sehingga nasib Alfred sekarang tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dari BPJS karena hanya dirawat dirumah saja tanpa adanya penanganan dari dokter. (trb)

Tidak ada komentar