Undangan dan Tanda Tuhor Ni Boru Sudah Dibagikan, Br Hutabarat Pergi Selamanya...


[caption id="attachment_4773" align="aligncenter" width="768"]Jenazah korban Tutur Novita Br Hutabarat saat akan dibawa ke pemakaman. Jenazah korban Tutur Novita Br Hutabarat saat akan dibawa ke pemakaman.[/caption]

Undangan dan Tanda Tuhor Ni Boru Sudah Dibagikan, Br Hutabarat Pergi Selamanya... Kecelakaan maut di Jalinsum antara Bintang Utara Vs Medan Jaya menyisakan duka mendalam. Kesedihan juga menyelimuti Dusun Aek Rangat, Kelurahan Partali Toruan, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara.

Salah satu warga di sana adalah korban yang meninggal dunia pada kecelakaan pada Sabtu (15/10) pukul 23.30 lalu.

BACA JUGA : Kecelakaan Maut di Jalinsum, Bintang Utara Vs Medan Jaya, Ini Daftar Korbannya!


 

Duka itu pun makin terasa mengetarkan, karena ternyata korban akan melangsungkan pernikahan pada 22 Oktober mendatang.

Warga setempat yang diwawancarai New Tapanuli, Senin (17/10) mengatakan bahwa warga kampung itu begitu sedih saat mengetahui bahwa saudara mereka, Tutur Novita Sari Br Hutabarat (26) adalah satu dari empat korban tewas pada tragedi berdarah itu. Tangisan bersahut-sahutan tak henti-hentinya sejak jasad korban tiba hingga pemakaman.

“Sungguh mengharukan musibah yang menimpa keluarga Hutabarat dan Lumbantobing ini. Undangan dan tanda tuhor ni boru sudah dibagikan. Sebab rencana pernikahan Tutur Novita Br Hutabarat bersama Maranci Situmorang harus tamat karena sang calon pengantin keburu tewas dalam kecelakaan lalulintas itu,” ujar warga setempat.

"Kemana lagi aku mengadu, Tuhan. Mengapa nasib seperti ini kami alami.”


Ibunda korban juga terlihat sangat terpukul. Tak henti-hentinya dia mangandung (ratapan dan tangisan terhadap seseorang yang meninggal). “Hanya akulah bernasib seperti ini. Boru yang akan kunikahkan meninggal dunia. Kemana lagi aku mengadu, Tuhan. Mengapa nasib seperti ini kami alami,” ratap Br Lumbantobing, ibunda korban.

“Undangan dan tanda tuhor ni boru (mahar) sudah aku bagikan. Rencananya mulai minggu kemarin aku berjalan kembali mengundang semua tetangga satu per satu untuk mengundang agar mereka ikut ke pesta kita di Samosir. Tapi seperti inilah jadinya. Sinamot (uang mahar) sudah kuterima, bagaimana nasib ibumu ini,” jeritnya lagi.

Suasana semakin mengharukan ketika jenazah korban yang sudah berada dalam peti dibawa keluar rumah untuk dibawa ke pemakaman. Tangisan ibu dan adik korban pun membuat warga turut larut dalam kesedihan.

Abangnya Juga Baru Meninggal


Amatan wartawan, ratusan warga yang sebelumnya memadati rumah duka berdinding papan bercat biru langit itu, turut mengiringi pemakaman korban. Sembari mengantarkan ke pemakaman, sejumlah warga setempat bercerita-cerita tentang kisah korban sebelum meninggal.

“Padahal bulan Juni 2016 kemarin abangnya, Hendra Hutabarat, juga baru meninggal dunia,” ucap salah seorang warga.

“Kasihan dan sungguh malang nasib ibu Boru Tobing ini. Biarpun dia ibu tiri, tapi dia sangat menyanyangi si Tutur Novita ini seperti anak kandungnya,” ungkap warga lainnya.

Diketahui, Tutur Novita Br Hutabarat lahir pada 22 November 1990. Jasadnya dimakamkan di pemakaman keluarga yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orangtuanya, arah Siarangarang.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi di Jalinsum Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kali ini Bus Bintang Utara bertabrakan dengan Bus Medan Jaya yang menewaskan 4 penumpang dan 19 luka-luka, Sabtu (15/10) sekira pukul 23.30 WIB.

Salah satu korban tewas adalah warga Tarutung, Tapanuli Utara (Taput). Kecelakaan ini tepatnya berada di Jalinsum Dusun Afdeling IV Sei Kebara Desa Torgamba Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Selain Tutur Novita, tunangannya, Maranci Situmorang (26), juga mengalami luka berat pada kecelakaan itu. (tul/ara)

Tidak ada komentar