Bentrok Jelang Pilkada Siantar, Perwira Polisi pun Mau Dibacok


bentrok-siantar

Kepala Bagian Operasi Polresta Siantar Kompol Faidil berang. Dia memerintahkan personel kepolisian mencari seseorang bersenjata tajam yang nyaris membacoknya saat bertugas mencegah bentrokan dua kelompok massa di Pematangsiantar, Selasa (15/11) pagi.

Bentrok diduga melibatkan pendukung calon walikota yang akan mengikuti Pilkada Rabu ini.

Kemarin pagi, saat Kompol Faidil menjalankan tugasnya.

Dia mengambil posisi masuk ke tengah, berada di antara dua kelompok massa yang bentrok di Jalan Mual Nauli, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur.

Saat itu, sekelompok massa berjalan menuju kediaman walikota petahana Hulman Sitorus. Sedangkan kelompok lainnya berusaha menghalau.

Seorang pelaku bentrokan mengacam menggunakan parang, mengancam dan nyaris membacok polisi.

Setelah bentrokan mereda, Kompol Faidil, mencari orang yang mengancamnya. Ia meminta foto pelaku yang mengancamnya dari anggota polisi yang sebelumnya memotret.

"Kirim ke WA saya fotonya itu. Cepat kirim. Masa saya mau diparang. Harus dapat saya orangnya itu," kata Kompol Faidil ke salah seorang anggotanya yang mendapatkan foto penyerang tersebut.

Kompol Faidil kemudian meminta Kepala Bagian Operasional Satreskrim Polresta Siantar, Iptu Junjungan Simanjuntak untuk mengejar orang yang berusaha menyerangnya.

"Harus dapat siapa orangnya itu. Saya hampir mau diparang. Pokoknya harus dapat. Kejar sampai dapat siapa orangnya," kata Kompol Faidil yang diiyakan Iptu Junjungan Simanjuntak.

Kompol Faidil menjelaskan dia diancam menggunakan senjata tajam. Namun mereka harus menahan diri terlebih dahulu, karena memprioritaskan tindakan persuasif untuk mendinginkan suasana demi menciptakan pesta demokrasi yang bermartabat di Kota Pemangtangsiantar.

"Kita harus cooling down dulu. Kita buat Kota Pematangsiantar damai. Apalagi besok kan pesta demokrasi," ujar Faidil.

Faidil menyampaikan kepolisian belum dapat memastikan apakah massa bentrok tersebut adalah pendukung paslon yang bertarung dalam Pilkada Kota Pematansgiantar.

"Yang bentrok adalah masyarakat sekitar dengan warga pendatang. Kami belum tahu mereka mereka ini siapa," ujar Faidil.

Bentrokan ini terjadi ketika ada sekolompok orang datang membawa pengeras suara hendak mendatangi rumah Hulman Sitorus untuk berunjuk rasa.

Sejumlah pemuda dari pihak Hulman, berjaga di sisi lain. Anggota TNI dan polisi yang sudah berada di lokasi, seperti tidak digubris kedua kubu saat terjadi bentrokan.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Medan, bentrok terjadi antara warga Mual Nauli yang mendukung Hulman Sitorus kontra anggota Organisasi Kepemudaan (OKP) Pendukung Teddy Robinson Siahaan.

Hulman dan Teddy adalah dua calon walikota Pematang Siantar yang akan mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah, hari ini. Selain mereka berdua, ada dua lagi calon.

Saat terjadi bentrokan, tampak kubu dari Jalan Mual Nauli bersenjata tajam yakni parang, kayu dan batu. Sedangkan di kubu seberang yangg ada di Jalan Justin Sihombing, bersenjatakan batu. (tribun)

Tidak ada komentar