Ini Dia 4 Senjata Andalan Terbaru Buatan PT Pindad


Baru-baru ini, PT Pindad sebagai salah satu BUMN yang memproduksi alat pertahanan merilis senjata baru, Senin (07/11). Empat senjata terbaru buatan PT Pindad inilah yang ke depan akan menjadi andalan Pindad dalam meningkatkan bisnis di produk persenjataan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, saat menghadiri pameran alutsista (alat utama sistem pertahanan) di kantor Kemenhan Jakarta.

“Kami akan terus lakukan perbaikan, baik dalam segi produk hingga kualitas manajemen sendiri. Di senjata kita juga miliki beberapa produk unggulan, salah satunya Senapan Serbu (SS),” kata Abraham, Senin (07/11).

Berikut 4 senjata andalan terbaru buatan PT Pindad :


 

ss3

1. Senapan Serbu 3 (SS3)


SS3 adalah pengembangan dari seri senapan serbu Pindad yang sebelumnya yaitu SS2. SS3 menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm x 51 mm. SS-3, yang didapuk untuk memenuhi kebutuhan personel infanteri meski tetap mengandalkan popor lipat.

Mengikuti desain senapan serbu modern, pada bagian atas receiver dan laras dilengkapi picatinny rail (MIL-STD-1913 rail), menjadikan sosok senapan ini amat ideal untuk dipasangi beragam perlengkapan tambahan untuk bidik. Model picatinny rail yang lumayan panjang juga memberi sisi fleksibilitas bagi gunner untuk men-setting jarak teleskop yang ideal. Jika dilihat sekilas, rancangan alur picatinny rail di SS-3 mengingatkan pada senapan serbu CZ805 Bren yang dipakai Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL.

SS-3 punya jarak tembak efektif sampai 400 meter (mekanikal), sementara dengan optical jarak tembak bisa mencapai 800 meter.Senapan serbu ini didesain sebagai Designated Marksman Rifle di setiap pasukan, yaitu senjata untuk penembak jitu dengan range tembakan yang lebih dari senapan serbu biasa (kaliber 5,56 mm), namun tidak sejauh range senapan penembak runduk (sniper).

ss2

2. SS2 Subsonic


SS2 Subsonic didesain dengan peredam (silencer) dan munisi khusus subsonic 5,56 mm. Senjata ini diciptakan untuk pasukan operasi khusus yang membutuhkan kemampuan pergerakan senyap. meski tetap dilengkapi picatinny rail, laras lebih pendek, langsung dibekali peredam, plus uniknya tidak dilengkapi pengokang. Bahkan disebut-sebut senjata ini punya kecepatan subsonic.

Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Senjata sub sonic didesain dengan berat kosong 3,35 kilogram. Panjang dengan popor 775 milimeter. Sedangkan panjang laras 225 milimeter. Senapan ini efektif digunakan untuk menghajar target pada jarak 200 meter. PT Pindad mengklaim bahwa salah satu senjata buatan mereka yang paling laris adalah tipe SS2.

pm3

3. Pistol Machine 3 (PM-3)


PM3 merupakan bentuk Sub Machine Gun didesain dengan sistem penembakan gas operated dengan munisi 9 mm. PM3 lahir dari kebutuhan untuk mendukung operasi tempur jarak dekat, pembebasan sandera atau perang kota. PM-3 lebih condong atau lebih mirip ke SMG super kondang asal Jerman Heckler & Koch MP5. PM-3 juga dirancang untuk digunakan pasukan khusus, terbukti Pindad menyediakan alat (optional) berupa peredam pada laras (silencer).

g2

4. Pistol G2 Premium


Pistol ini lahir dari pengembangan desain dan frame pistol yang merupakan implementasi dari masukan para pengguna untuk meningkatkan kemampuannya. G2 menggunakan amunisi kaliber 9 mm dengan jarak tembak efektif 25 meter yang ditujukan untuk atlet tembak di kalangan militer ataupun sipil. G2 Premium dibanderol dengan harga Rp 35 juta per pucuknya.

Produk Pistol G2 Premium termasuk jenis senjata api paling laris terjual. Melalui PT Lokta Karya Perbakin, perusahaan pegimpor dan distributor senjata untuk anggota Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) langsung memesan 2.000 pucuk Pistol G2 Premium. PT. Pindad tahun ini menargetkan nilai penjualan produk naik 50% dari sekitar Rp2 triliun pada 2015 menjadi Rp3 triliun pada 2016. Laba yang diincar Pindad adalah 10% dari total pendapatan.

Tidak ada komentar