Kisah Prabowo Pukuli SBY Gara-gara Melapor ke Gubernur Akabri


prabowo-dan-sby

Mungkin hanya sedikit yang mengetahui kisah Prabowo pukuli SBY. Kisah heboh yang hingga detik ini masih menarik untuk dibaca.

Pengamat politik yang juga mantan anggota TGPF kasus penculikan aktivis 98 Hermawan Sulistyo tiba-tiba saja melontarkan sebuah cerita menghebohkan.

Dalam sebuah video diskusi yang digelar Imparsial, Hermawan Sulistyo mengungkapkan bahwa Prabowo Soebianto pernah menggebuki seniornya di Akabri, yakni SBY.

Karena kasus inilah Prabowo harus menerima konsekuensi tinggal kelas. Prabowo yang semestinya lulusan tahun 1973 ternyata baru lulus tahun 1974.

Alasan Prabowo menggebuki SBY, kata Hermawan, bermula saat Prabowo beserta empat orang rekannya, salah satunya Ryamizard Ryacudu, pernah kabur ke Jakarta untuk menghadiri acara pacarnya yaitu Titiek Soeharto.

Ketika kembali ke Akademi, Prabowo dihukum oleh Gubernur Akabri Jendral Sarwo Edhie Wibowo yaitu ayah dari Ani Yudhoyono.

Prabowo dan kawan-kawannya curiga ada yang membocorkan rahasia kepergian mereka ke Jakarta. Mereka menduga SBY yang memberi tahu karena waktu diajak ke Jakarta tidak mau ikut.

Akhirnya, kata dia, SBY dipukuli hingga bonyok-bonyok.

Pernyataan Hermawan Sulistyo tentu saja meninggalkan beberapa pertanyaan.

Karena bukan berasal dari militer dan tak pernah masuk Akabri, tentu Hermawan memperoleh cerita tersebut dari rekan-rekan seangkatan Prabowo saat pendidikan di Akabri.

Suatu hal yang hampir mustahil jika Hermawan mendengar cerita tersebut dari Prabowo sendiri, maupun SBY. Kedua sumber utama tersebut, tentu sangat mempertimbangkan untuk tidak membuka aib diantara mereka berdua.

Maka, tinggal kemungkinan sumber dari pihak ketiga, yakni rekan-rekan satu angkatan Prabowo dan SBY. Dari cerita Hermawan, tersebut sebuah nama yakni Ryamizard Ryacudu.

Menurut Fadli Zon, cerita Hermawan terlalu mengada-ada. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, Prabowo tidak naik kelas karena menjenguk temannya yang sakit di Jakarta.

Sementara, kata dia, waktu itu Prabowo belum kenal dengan Titiek Soeharto.

TB Hasanudin juga pernah mengungkapkan bahwa Prabowo memang benar pernah tinggal kelas karena alasan indisipliner, yakni pergi ke Jakarta sementara para taruna hanya diperbolehkan pergi di sekitar Yogyakarta saja.

Tapi, TB Hasanudin sendiri tidak pernah mengungkapkan cerita versi Hermawan tersebut. TB Hasanudin sendiri merupakan adik kelas dari Prabowo, yang karena kasus indisipliner tersebut akhirnya menjadi teman satu kelas.

Hingga saat ini memang belum ada tanggapan resmi dari pihak SBY maupun Prabowo pribadi. Tapi, merunut dari alasan dan penjelasan diatas, kita bisa menilai sendiri apakah pernyataan Hermawan Sulistyo tersebut fakta, atau rekaan karena tendensius pribadi.

sumber : JPNN/Kompasiana

Tidak ada komentar