Kronologi Saat Ahok Terbirit-birit Hampir Masuk Parit Dikejar Warga


ahok-lari-terbirit

Ada kejadian mencekam saat calon gubernur DKI nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) blusukan ke Jalan Ayub, Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Rabu kemarin. Dia diusir dan dikejar warga hingga memaksanya menyelamatkan diri masuk ke angkot menuju Polsek Kebon Jeruk.

Kejadian bermula saat Ahok bersama rombongan tiba di lokasi dan ingin melihat normalisasi Kali Sekretaris.

Ahok tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Dia menyapa warga sembari bersalaman dan berfoto. Saat memasuki Jalan Ayub, dari belakang rombongan ada puluhan warga menolak kedatangannya. Mereka membawa spanduk bertuliskan Ahok penista agama.

Habib Idrus Al-Ashi mengaku tidak terima saat aparat kepolisian melakukan pengawalan terhadap Ahok. Sebab, mereka merasa tidak terima dengan kehadiran Ahok.

"Kita enggak terima kampung kita dimasuki penista agama. Kita enggak mau cari ribut tolong Pak polisi bisa usir Ahok," katanya.

Dengan pengawalan ketat, dia memutuskan untuk meninggalkan lokasi. Berjalan dengan cepat sambil berlari. Bahkan beberapa kali hampir masuk parit.

Namun ajudan pengamanan meminta Ahok bergegas keluar dari perkampungan. Mantan politikus Partai Gerindra itu akhirnya menuju Jalan Raya Kebon Jeruk.

Ajudan kemudian menghentikan angkutan umum Nomor 24 jurusan Grogol-Srengseng. Ternyata angkutan tersebut memuat beberapa penumpang.

Kemudian, rombongan menuju Polsek Kebun Jeruk. Sesampainya di sana, Ahok sempat masuk ke dalam kantor selama 10 menit.

Demo warga yang berlangsung ricuh tersebut juga membuat Ketua RT 01 bernama Dayat terkena pukul hingga terluka. "Sempat ada pemukulan Ketua RT 01 RW 07 bernama Dayat. Sekarang dia bawa ke Rumah Sakit Siloam. Yang kena pukul pelipis kanan," ujar salah seorang warga Sukabumi Utara, Andre (35) di Polsek Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Andre mengungkapkan, sebagian dari pendemo menolak kehadiran Ahok di wilayahnya itu diduga berasal dari luar kampung. Gara-gara penolakan itu juga, blusukan dilakukan calon petahana tersebut hanya berlangsung selama 10 menit.

"Bukan (warga asli), walaupun ada sebagian warga asli sebenarnya. Tapi mereka jemaah masjid Al Madinah," terangnya.

[ang/merdeka]

Tidak ada komentar