Tukang Tambal Ban di Samosir Berhasil Tipu Pejabat TNI-Polri Ratusan Juta


tukang-tambal-ban-samosir

Aksi Pandapotan Sitohang (34) terbilang nekat dan bikin heboh. Bagaimana tidak, tukang tambal ban di Desa Palipi, Samosir, Sumut ini erhasil melakukan penipuan dengan sasaran para pejabat tinggi TNI dan Polri.

“Pelaku selama ini mengaku sebagai pejabat TNI atau Polri. Modusnya dia menelepon dan mengirimkan foto-foto pejabat tinggi TNI atau Polri. Jadi korban langsung respek,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga, Senin (14/11/2016), seperti dikutip dari Merdeka.

Setelah mendapat respek dari calon korbannya, Pandapotan kemudian meminta sejumlah uang. Triknya cukup berhasil, sejumlah korban yang rata-rata sudah punya bintang di pundak itupun mau memberikan sejumlah dana kepada Pandapotan.

“Untuk saat ini sudah ada 5 orang korban pejabat TNI AL yang melapor, sementara dari kesatuan lain belum tahu,” jelas Sahala.

Aksi tipu – tipu yang meresahkan pejabat TNI dan Polri ini akhirnya terbongkar juga. Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Robeth Walter Tappangan yang mendapatkan laporan, langsung memerintahkan Asisten Intelijen Lantamal I dan Danpomal Lantamal I untuk bisa membongkar kasus ini dan menangkap pelaku.

Setelah melakukan penyelidikan, tim TNI AL mendeteksi keberadaan pelaku di Samosir. Pengintaian dilakukan sebulan sampai akhirnya Pandapotan Sitohang ditangkap di Mogang Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sabtu (12/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Penangkapan dilakukan tim yang dipimpin Asisten Itelijen Lantamal I dan Danpomal Lantamal I Letkol Laut PM Julkiply Pane,” sebut Sahala.

Fakta mengejutkan pun didapat, karena Pandapotan ternyata hanya seorang tukang tambal ban di desa itu. Namun ia memang juga memegang kartu identitas dari LSM Peduli Indonesia Raya.

Selain dokumen itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop Acer Asphire E14, 2 unit handphone Acer dan I-Cerry, 3 kartu ATM (BRI, MANDIRI dan BNI) atas nama Gustina Purba, 1 unit modem Advance Jetz dan Simcard Simpati 4G, KTP, bukti setoran tunai Bank Mandiri kepada Gusmina Purba dengan jumlah uang Rp. 20.000.000 pada tanggal 25 Mei 2016, bukti resi kirim wesel pos Rp. 1.000.000 dengan penerima atas nama Gusmina Purba dan pengirim atas nama Pandapotan Sitohang, serta 1 unit printer Canon.

“Pelaku dan barang bukti sudah diserahkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” lanjut Sahala.

Kasus ini terus didalami, termasuk kemungkinan adanya korban lain. Petugas juga masih menghitung total kerugian dari aksi penipuan ini.

Disebut-sebut kerugian materil dari kasus ini sudah mencapai ratusan juta rupiah. (*)

Tidak ada komentar