Warga Kenya Nikah Pakai Adat Jawa, Padahal Belum Pernah ke Jawa


[caption id="attachment_5212" align="aligncenter" width="1000"]Pernikahan Joshua Mugo dan istrinya yang warga asli Kenya sangat unik. Mereka menikah dengan menggunakan busana pengantin adat Jawa Tengah. (Dok. Istimewa) Pernikahan Joshua Mugo dan istrinya yang warga asli Kenya sangat unik. Mereka menikah dengan menggunakan busana pengantin adat Jawa Tengah. (Dok. Istimewa)[/caption]

Luar biasa rasa cinta pasangan asal Kenya ini untuk budaya Indonesia. Meski belum pernah menjejakkan kaki ke Jawa, mereka gelar pernikahan dengan adat Jawa.

Pernikahan tradisional kerap dihindari oleh kaum muda masa kini. Pasalnya prosesi pernikahan tradisional dinilai terlalu ribet. Akhirnya kaum urban lebih memilih pernikahan ala Barat yang lebih simpel dan dianggap lebih kekinian.

Namun sebaliknya, pernikahan tradisional Indonesia justru jadi konsep pernikahan unik bagi orang asing. Joshua Mugo, warga asli Kenya, justru merasa bangga menggunakan pakaian pengantin tradisional Jawa saat pesta pernikahannya, pada Minggu (6/11).

Pesta pernikahan di Nairobi ini menggabungkan adat Jawa dan Kenya. Kedua mempelai menggunakan pakaian pengantin hitam dengan motif keemasan serta kain batik.

Prosesi pernikahan dimulai dengan alunan gending Jawa Lancaran Kebo Giro. Sedangkan acaranya ditutup dengan tarian pernikahan asli Kenya.

"Iringan gending ini seperti acara pernikahan di Indonesia," kata Laili Fauziah, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Nairobi yang juga bertindak sebagai penata busana pernikahan tersebut.

Resepsi pernikahan unik ini digelar di halaman sebuah komplek sekolah di Nairobi. Pernikahannya ini dihadiri oleh sekitar 400 orang tamu.

Dihibur Oleh Grup Agklung


Uniknya, para tamu dihibur dengan nyanyian dan musik indah hasil kolaborasi angklung dan lagu asli Kenya, Jambo Bwana dan Malaika. Dalam sesi ini, angklung dimainkan oleh grup angklung ibu-ibu DWP KBRI Nairobi.

Tapi penampilan angklung tak sampai di situ. Sesi angklung ke-dua dimainkan oleh pengantin pria.

"Ini pertama kalinya masyarakat Kenya melihat pernikahan dengan adat Indonesia, juga angklung," kata Joshua dalam pernyataannya.

Angklung juga dijadikan sebagai souvenir pernikahan Joshua dan istrinya. Joshua bahkan memboyong 150 buah angklung dari Bandung sebagai souvenir.

Keinginan Joshua dan istrinya untuk memakai baju pengantin Indonesia ini bukanlah tanpa alasan. Joshua mengaku sangat cinta Indonesia, meskipun belum pernah sama sekali datang ke Indonesia.

Joshua Mugo pertama kali kenal Indonesia secara langsung saat belajar musik di universitas di Kenya. Di sana, dia belajar soal angklung di bawah bimbingan dosen asal Malang, Jawa Timur. Saat itu lah dia pun jatuh cinta dengan budaya Indonesia. (cnn)

Tidak ada komentar