Slamet Hari Natal Jadi Terkenal di Dunia


slamet-hari-natal

Seorang pria muslim di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendadak terkenal di jejaring sosial Facebook karena bernama Slamet Hari Natal.

Diambil dari bahasa Jawa, kata slamet bersinonim dengan kata selamat dalam bahasa Indonesia. “Iya, Mas, benar nama saya memang begitu.

Malah saya akrabnya dikenal sebagai Slamet Yesus karena lahirnya pas hari Natal,” kata Slamet kepada wartawan, seperti dikutip Tempo, Jumat (30/12).

Slamet tinggal di Jalan Sangadi, RT 24 RW 08 Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo. Slamet lahir sebagai sulung dari dua orang anak pasangan Samsuri dan Ngatinah pada 25 Desember 1962.

Proses persalinan ibunya ditangani bidan Akaskio, warga Kebonsari, Kecamatan Tumpang, Malang. Lalu, sang bidan menyarankan Ngatinah untuk memberikan nama sesuai dengan perayaan hari Natal.

“Ketimbang repot-repot dan sulit-sulit kasih nama, bidannya usulkan beri nama Slamet Hari Natal dan orang tua saya setuju,” kata Slamet.

Jadi Terkenal di Dunia


Walau lahir bertepatan dengan hari Natal, menurut Slamet, ia hanya mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari tiga anak dan empat cucunya tanpa dirayakan dengan sebuah pesta.

Sebaliknya, Slamet merasa membanggakan nama tersebut sebagai doa dan harapan terbaik yang diberikan orang tua. Baginya, nama itu mengandung pesan toleransi terhadap perbedaan agama.

Para pemeluk agama harus rukun. “Saya beragama Islam, kayakinan ada di dalam hati. Agama itu pegangan hidup, tapi perbedaan agama tidak harus memecah belah kerukunan dengan umat agama lain. Kita harus saling menghormati sebagai sesama manusia,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir itu.

Kebanggaan lain disampaikan Slamet berdasarkan pengalaman unik dan lucu terkait dengan namanya.

Lima tahun lalu, misalnya, KTP-nya pernah disita petugas Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, saat menyeberang ke Bali untuk mengantar orang berwisata.

Rupanya, sang petugas malah meminta KTP lama miliknya untuk disimpan sebagai kenang-kenangan karena nama Slamet dianggap unik.

Waktu ia mengurus surat izin mengemudi pun, petugas memotret KTP-nya buat kenang-kenangan. Sempat menjadi perbincangan netter, kini nama Slamet tersebut mencuri perhatian dunia.

Banyak media-media asing terutama dari Asia yang memeberitakan dirinya. Seperti Channel News Asia, mereka menuliskan artikel warga yang tinggal di Malang tersebut dengan judul “Indonesian man born on Dec 25 named Merry Christmas: Report“.

“An Indonesian man from East Java born on Dec 25, 1962 was named Slamet Hari Natal, which translates to Merry Christmas,” tulis mereka, seperti dikutip KiniNews.

Media ibtimes.sg membuat artikel dengan judul “Indonesian Muslim man gets named Merry Christmas; faces no criticism“.

Sementara ibtimes.com mengulasnya dengan artikel “Muslim Man Named ‘Merry Christmas’ In Indonesia, Says ‘We Practice Religious Tolerance Here“. Ada juga Inquirer.net yang mengulasnya dengan tulisan bertajuk “Muslim man born on Dec. 25 named Merry Christmas“.

Meski memiliki nama yang tidak biasa, Ia tak pernah malu karena tidak ada orang yang pernah mempermasalahkan namanya itu. Bahkan sebagai seorang Muslim, Ia merasa ada pesan toleransi dan saling percaya lewat namanya ini. (to/kni/asp)

Tidak ada komentar