Tiga Siswi Ditarik Danau Toba, Satu Hilang


[caption id="attachment_5292" align="aligncenter" width="1040"]Freddy/New TapanuliTeman-teman Anjelika menangis dan terlihat syok kehilangan temannya yang tenggelam di Danau Toba, Rabu (30/11). Freddy/New TapanuliTeman-teman Anjelika menangis dan terlihat syok kehilangan temannya yang tenggelam di Danau Toba, Rabu (30/11).[/caption]

Anjelika br Manurung (14), dinyatakan hilang di perairan Danau Toba, tepatnya di Pantai Pasir Putih, Desa Parparean 2, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Rabu (30/11) sekira pukul 13.30 WIB.

Siswi SMPN 2 Lumban Julu, warga Desa Sihiong, Kecamatan Bonatua Lunasi, Tobasa itu pertama kali dinyatakan hilang oleh 5 teman-temannya yang datang bersamaan ke lokasi pantai.

Informasi dihimpun dari teman-teman Anjelika, mereka tiba di pantai sekira pukul 12.30 WIB. Lalu korban bersama temannya bernama Putri dan Rama bermain sambil mandi-mandi di pantai. Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, Anjelika bersama kedua temannya berniat keluar dari pantai. Entah mengapa, mereka bertiga terbawa arus. Saat semakin jauh terbawa arus, mereka berteriak minta tolong.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera datang membantu. Putri dan Rama berhasil diselamatkan, sedangkan Anjelika terhempas arus dan tiba-tiba menghilang.

“Sampai saat ini Anjelika belum berhasil ditemukan, namun pencarian masih terus dilakukan,” ujar Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian.

Kepala BPBD Tobasa Espon Simanjuntak membenarkan kejadian itu. Diterangkan, pihaknya beserta anggota Polres Tobasa, Basarnas dan warga masih terus berusaha melakukan pencarian dengan menyisir pantai lokasi terakhir Anjelika.

“Tim masih terus berupaya melakukan pencarian. Namun hingga saat ini pukul 17.45 WIB), pencarian masih nihil,” tandasnya.

Kapos Basarnas Pembantu Danau Toba Torang M Hutahaean menerangkan, pihaknya telah menurunkan 2 personel penyelam dibantu beberapa tim lainnya. Dia mengatakan bahwa tim telah melakukan penyisiran 225 meter dari bibir pantai. Namun masih nihil.

“Informasi dari saksi, korban hilang di jarak 75 meter dari bibir pantai. Tahap awal, tadi kita telah lakukan penyisiran jarak 75 meter dari bibir pantai. Nihil. Lalu kita lakukan penyelaman jarak 150 meter dari lokasi terakhir korban, namun nilih juga,” terangnya.

Menurutnya, penyelaman yang dilakukan terkendala kondisi dasar danau, dimana jarak pandang sangat pendek akibat air yang keruh dan berlumpur.

“Dalam jarak 75 meter dari bibir pantai, kedalaman mencapai 2 hingga 2,5 meter. Lewat dari situ lebih dalam lagi, kemudian kondisi air di dasar keruh dan berlumpur sehingga jarak pandang sangat pendek. Ini menjadi kendala pencarian,” paparnya.

Pantauan di lapangan, teman-teman korban tampak syok. Sementara itu, tim dari BPBD, Basarnas, polisi, serta masyarakat masih terus melakukan pencarian di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, pencarian belum membuahkan hasil. (ft/ara)

Tidak ada komentar