“Borhat ma hamu hape, tinggal ma hami, lungun nai on. Ikkon sahali lao ma hamu!"


korban-kecelakaan-maut-dairi

Kedatangan jenazah 9 korban tewas dalam kecelakaan maut yang masih satu berhubungan family keluarga St Darwin Banjarnahor diwarnai isak tangis.

Darwin Banjarnahor tidak menyangka, kematian anak dan saudaranya terjadi sangat tragis.

Iring-iringan mobil jenazah korban kecelakaan maut yang terjadi di jalan Medan-Sidikalang, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Senin (2/1/2017) itu, disambut isak tangis histeris keluarga dan tetangga.

Pantauan NEW TAPANULI, tangis histeris keluarga dan kerabat pelayat pecah saat para perlahan 9 jasad korban dikeluarkan dari mobil ambulans menuju rumah duka yang tiba sekitar pukul 05.00 WIB.

Bahkan ratusan kerabat yang turut mendampingi keluarga tak dapat menahan tangisan saat empat ambulance pengantar jenazah tiba di Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok kecamatan Baktiraja.

BACA JUGA : Foto-foto Terakhir Korban Kecelakaan Maut Dairi yang Bikin Air Mata Menetes


 

Sejumlah kerabat korban termasuk Darwin Banjarnahor dalam isak tangisnya menyebutkan kalau dirinya belum percaya atas musibah yang terjadi.

Dia nyaris pingsan saat 9 jasad anggota keluarganya itu perlahan dikeluarkan dari mobil ambulans RSU Dairi. Namun dia segera dipapah kerabatnya sembari menagis histeris.

Sesekali Darwin sempat melontarkan kata-kata ‘Ai Nabohado on Ompung. Tuhan, posimaon’ “apa ini ompung, Tuhan Ngeri kali ini,” jeritnya dalam isak tangisan.

Tangisnya juga tidak mereda meski sejumlah kerabatnya mencoba menghibur, apalagi ketika bunyi ambulans mulai dibunyikan, tangisnya semakin menjadi dan ia pun sempat roboh, kemudian digotong.

Begitu juga saat jenazah tiba dirumah duka, para keluarga dan warga yang hadir juga terlihat ikut menjerit jerit dan menagis histeris.

Dia juga seperti tidak rela melepas kepergian para korban tersebut sehingga jenazah itu secara bergantian ia rangkul dan peluk.

Isak tangisnya juga membuat pelayat tak kuasa menahan air mata.

“Aha dosakku Tuhan. Apa dosaku Tuhan sehingga begini nasib kami?” ujarnya setiap merangkul deretan jenazah tersebut.

Sejumlah kerabat lainnya juga ikut pingsan meratapi cobaan yang diterjadi, tanpa daya, mereka dan pria itu hanya bisa menangis melihat deretan jenazah anggota keluarganya yang tewas dalam peristiwa laka kemarin.

“Borhat ma hamu hape, tinggal ma hami, lungun nai on. Ikkon sahali lao ma hamu! Sekali berangkatnya rupanya kalian meninggalkan kami, sedih kali ini” ujar anggota keluarga lainnya dalam tangisannya hingga akhirnya diminta pihak keluarga untuk istirahat.

mobil-masuk-kolam

Informasi yang dihimpun NEW TAPANULI sebelum kejadian maut itu rencananya rombongan keluarga Darwin Banjarnahor ini datang dari medan mau ke Doloksanggul sekalian pulang kampung ke Desa Marbun Tonga Dolok, Bakkara dalam suasana liburan Tahun Baru.

Dan rencananya kesembilan jasad korban itu akan disemayamkan satu liang di pemakaman keluarga mereka.

“Rencana mereka (korban-red) akan disemayamkan satu liang. Hanya saja masih ada anggata keluarga lain yang masih ditunggu kedatangannya dari perjalanan untuk dirundingkan kembali,” ujar salah seorang kerabat Darwin Banjarnahor.

Sebelumnya diberitakan sebuah Mobil jenis Avanza BK1568 KM yang dikemudikan Lamsir Banjarnahor (32) mengalami kecelakaan maut, terjatuh masuk dan kolam Senin (2/1/2017) sekira pukul 16.30WIB di Jalan Medan-Sidikalang, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

Akibatnya, pengemudi dan 8 orang penumpang lainnya meninggal. Mereka adalah Joya Banjarnahor (9 bulan), Ardino Banjarnahor (13), Renuenti Banjarnahor (12), Pranata Banjarnahor (4 tahun), Pani Banjarnahor (5 tahun). Kemudian, Purida boru Turnip (30), Endang (35) serta Lamsir Banjarnahor (32) pengemudi.

Sementara koran selamat, Elprida Tamba (ibu pengemudi), Herlina Banjarnahor serta Dosma Banjarnahor. (bl)

Tidak ada komentar