IRT asal NTT Lompat dari Lantai 3 Karena Diperlakukan Seperti Binatang, Sudah Lapor tapi Tak Ditanggapi




Selwi (40) warga Jalan Karya Gang Langgar bersama warga lainnya mendatangi Mapolrestabes Medan. Pasalnya mereka hendak melaporkan AD (45) warga Jalan Celincing, Medan Barat karena telah memperkosa dan menyiksa pembantu rumah tangganya (PRT) asal NTT, Sisi (15) seperti binatang, Rabu (22/2/2017) malam.

Menurut informasi, aksi bejat AD terkuak setelah Sisi (korban) yang merupakan ABG asal Nusa Tenggara Timur mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 rumah majikannya tepat dibelakang rumah warga.

Warga yang mendengar suara keributan melihat kesamping rumahnya tempat ternak ayam.

Disitu ia melihat korban meringkuk ketakutan dan kesakitan. Warga (Wasenda) yang melihat korban berteriak dan meminta tolong warga. Dari keterangan korban, Sisi telah bekerja selama 1 tahun lamanya dirumah majikannya tersebut.

Selama didalam rumah tersebut, korban diperlakukan seperti hewan peliharaan. Selain memakan makanan sisa majikannya, korban tidur dilantai beralaskan kertas. Ironisnya, selain diperlakukan seperti binatang, korban juga menjadi budak seks majikan dan anak majikan.

Tak tahan dengan perlakuan majikannya, ia pun mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 3 rumah majikannya. Namun Tuhan berbaik hati menyelamatkan Sisi.

“Dari pengakuan korban (Sisi) selama 1 tahun bekerja bersama majikannya, ia kerap diperlakukan seperti binatang, makan makanan sisa majikannya, tidur dilantai, ngerinya lagi korban menjadi korban pemerkosaan majikannya selama 1 tahun,” ujar warga, Selwi yang diamini warga lainnya, Rabu (22/2) malam.

Selwi menambahkan, selain menjadi budak seks majikannya, korban juga menjadi pelampiasan nafsu anak majikannya.

“Anak majikannya itu juga mau menggitukannya, pura-pura minta kusuk lalu pegang-pegang burung lalu diperk0sa, karena tak tahan lagi disiksa makanya korban nekat bunuh diri,” tambahnya.

Selwi menjelaskan akibat lompat dari lantai 3, tangan korban terkilir dan setiap buang air besar korban mengeluarkan darah segar.

“Sudah kita laporkan ke Kepling, lalu kata Kepling sudah melaporkan ke Polsek Medan Barat, ke Kantor Camat, tapi tidak ada reaksinya. Gak ada yang perduli.

Kemarin majikan Sisi bersama Kepling (Junaidi) dan pemilik Yayasan Sisi” menculik” korban. Kalo saya tanya katanya sudah mereka kirim kemajikan lainnya,” jelasnya sedih.

Selwi berharap pihak Kepolisian dan instansi terkait perduli dengan nasib korban yang diperlakukan seperti binatang dan tak berprikemanusian.

“Tolong selamatkanlah anak itu pak, kasihan kali kami semua warga sini dengan anak itu,” tangisnya.

Kepling Jalan Karya Gang Langgar, Junaidi yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar memang ada bang, sudah saya laporkan ke Polsek Medan Barat, ke Kecamatan tapi gak ada tanggapannya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah korban dibawa kabur dari rumah warga, Junaidi membantah, ia mengatakan bahwa Yayasan tempat korban bekerja mengambilnya dari rumah warga.

“Memang kemarin saya menemani Yayasannya mengambil anak itu sama majikannya yang bernama Andi dan ada juga Polisi Polrestabes Medan yang ikut mengambil anak itu,” kilahnya mengakhiri. (red)

Tidak ada komentar