MEDAN MENCEKAM! Bentrok Massa Tukang Becak Vs Gojek dan Grab di Tiap Sudut Kota, Gara-gara...




Keganasan para pengendara becak bermotor terhadap para angkutan berbasis online kian terlihat. Usai menggelar aksi unjuk rasa penolakan angkutan berbasis online, Selasa (21/2/2017) kemarin, para parbetor terlihat langsung mengusir para pengendara go jek sejak Rabu (22/02/2017) pagi.

Aksi tersebut terlihat langsung di pangkalan betor Jalan Ayahanda, Medan Petisah, tepatnya didepan RS. Royal Prima, Rabu (22/2/2017) pagi sekira pukul 09.00 WIB.

“Sana kau, perusak aja kau. Jangan kami tengok lagi kau disini ya,” ujar para parbetor dengan sangarnya.

Mendapati perlakuan seperti itu, dengan sabar sang pengendara Go Jek mencoba menenangkan hati para parbetor. Namun, usahanya sia-sia saat beberapa parbetor mengusir paksanya dan menendang sepeda motor jenis matic yang digunakannya.
“Pergi kau, cepat…! Jangan disini lagi kau,” tegas para parbetor.

Beberapa warga sekitar yang melintas di lokasi melihat hal tersebut, mencoba melerai dan menenangkan para parbetor.

“Kalian nggak tau apa-apa, memang sama-sama cari makan. Tapi, bukan di Kota Medan ini tempat mereka. Gak ada izin mereka dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo. Jangan banyak bacot kelen,” ungkap para parbetor.

Sementara itu, ketika wartawan mencoba melakukan wawancara dan pengambilan gambar, beberapa parbetor yang sempat kontak fisik dengan pengendara Go Jek, menolak dan berusaha mengejar wartawan.



Informasi yang diperoleh, ratusan pengemudi Gojek tersebut mendadak tiba-tiba menyatroni tempat pangkalan betor itu.

Pasalnya, driver Gojek mendapat kabar bahwa rekannya ada yang di-sweeping oleh pengendara betor.

Namun, ada juga kabar lain menyebutkan bahwa aksi para Gojek tersebut buntut dari demo yang dilakukan betor di kantor Wali Kota Medan, Selasa (21/2/2017) kemarin.

“Yang saya tahu, tadi orang itu (driver gojek) ramai-ramai datangi tukang betor. Kabarnya, mereka enggak terima didemo kemarin dan dibilang ilegal. Tapi, ada juga kabar lain karena enggak senang kawannya (driver gojek) dirazia betor,” ujar Jafar, salah seorang warga di lokasi kejadian.

Sementara, Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu yang turun ke lokasi menyatakan, belum sempat terjadi keributan antara kedua kubu.

“Mereka (gojek) datang untuk mempertanyakan dan kita pertemukan untuk saling koordinasi. Makanya, kita temukan dan hasilnya sepakat yang melakukan tindak pidana diproses hukum,” kata Ziliwu.

Disebutkannya, pada insiden itu pihaknya mengamankan seorang pria dari kubu betor. Saat ini, yang bersangkutan sedang dimintai keterangan.

“Dugaan sementara, yang diamankan melakukan pengerusakan. Namun, sejauh ini belum bisa disimpulkan karena masih butuh pembuktian,” tuturnya. (fir/pojoksumut)
(mol/ps)

Tidak ada komentar