MENEGANGKAN! TNI AU Larang Pesawat PM Israel Lintasi Indonesia




Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu terpaksa harus menempuh waktu lebih lama dalam penerbangannya dari Singapura menuju Sydney, Australia. Pasalnya, pesawat yang membawa Netanyahu dilarang melintasi wilayah udara Indonesia, Rabu (22/2).

Mestinya Netnyahu terbang selama 8,5 jam saja dari Singapura menuju Sydney. Namun, pesawat El Al yang mengangkutnya harus terbang 2,5 jam lebih lama karena tak melintasi wilayah Indonesia.

Akibatnya, El Al yang membawa Netanyahu harus memutar. Praktis, veteran Perang Yom Kippur pada 1973 itu harus terbang selama 11 jam dari Singapura menuju Sydney.

Netanyahu tiba di Sydney kemarin untuk kunjungan selama empat hari. Kunjungan itu mencatatkan namanya sebagai PM Israel pertama yang berkunjung ke Australia.

Juru bicara Netanyahu yang ditanya soal itu pun mengakui tentang penerbangan yang tidak mengambil rute biasanya. Namun, dia tak membeber alasannya.

El Al merupakan maskapai flag carrier Israel. Selama ini, maskapai penerbangan yang bermarkas di Tel Aviv itu memang tak melintasi wilayah udara negara-negara muslim.

Sebenarnya, Israel juga tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang wilayah udaranya tak dilintasi El Al. Hanya saja, Indonesia dan Israel memang tak punya hubungan diplomatik.

Selain itu, Indonesia dikenal sebagai negara yang getol mendukung kemerdekaan Palestina. Indonesia bahkan menjadi sponsor bagi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengutuk pembangunan permukiman oleh Israel di Tepi Barat dan Jerussalem.

Meski demikian, ada hubungan pariwisata ataupun perdagangan antara Indonesia dengan Israel. Untuk menormalkan hubungan kedua negara, Netanyahi pada Maret 2016 berbicara kepada jurnalis Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu menegaskan bahwa Israel menghormati Indonesia sebagai sekutu dalam menghadapi terorisme dan mengharapkan hubungan diplomatik yang formal dan mapan.

Hanya saja, pemerintah Indonesia menanggapinya biasa saja. Sebab, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo tetap menginginkan kemerdekaan Palestina.(independent)

Tidak ada komentar