Peristiwa Tragis yang Menguras Air Mata, Aranudi Zega Kehilangan Istri dan Dua Anaknya




Peristiwa tragis dan sedih menguras airmata terjadi di sebuah kampung yang sunyi di bantaran Sungai Tumba di Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (20/2) malam.

Seorang ibu meninggal bersama dua anaknya terseret banjir karena air sungai meluap. Tak ada yang menolong mereka. Yang menyaksikan peristiwa itu hanya dua anaknya yang lain dan masih kecil-kecil.

Kepala Desa Tumba Jae Rajawali Naingolan kepada wartawa New Tapanuli (Grup Metro Siantar), mengaku tidak tahu pasti bagaimana peristiwa itu terjadi.

Namun, menurut informasi yang diperolehnya dari tetangga sekitar rumah korban, saat itu Sartina Lahagu hendak menyelamatkan keempat anaknya dari rumah mereka yang mulai tergenang air karena Sungai Tumba meluap. Air sudah masuk ke rumah mereka sekitar 30 centimeter.

Dia mengatakan, keluarga itu tinggal di bantaran sungai sekitar 5 meter dari bibir sungai. Sartina pun hendak menyelamatkan anak-anaknya dengan menyeberangkan mereka karena dataran di seberang sungai lebih tinggi.

Saat itu, suami Sartina, Aranudi Zega (35) sedang berada di warung yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah mereka. Di tengah guyuran hujan dan suasana yang gelap, karena daerah mereka tidak dialiri listrik, Sartina berusaha menyeberangkan anak-anaknya.

Awalnya, Sartina menyeberangkan 2 orang anaknya, yaitu Riniati Zega (3,5) dan Yuniar Zega (1,5) dan meninggalkan 2 anaknya yang lain, yaitu Tefa Zega (6 )dan Yerni (5 ) di rumah mereka yang tebuat dari kayu. Kemungkinan, Sartina akan menyeberangkan dua anaknya itu setelah Riniati dan Yuniar diseberangkan terlebih dahulu.

Di sinilah petaka terjadi. Saat Sartina menyeberang bersama dua anaknya, air sungai tiba-tiba semakin besar sehingga menyeret mereka bertiga. Mereka pun hilang terbawa arus sungai.

Suami korban yang beberapa setelah kejadian itu pun pulang. Dia sontak terkejut setelah mendengar cerita dua anaknya yang ditinggalkan di rumah tersebut.

Aranudi Zega menjerit-jerit memanggil istrinya dan mengajak tetangganya bernama Kayapa Waruwu untuk mencari istri dan dua anaknya.

Akhirnya, istri dan anaknya ditemukan. Dia menemukan istrinya sedang menggendong anak mereka yang paling bungsu, dan kedunya sudah tidak bernyawa. Sedangkan Riniati Zega tidak ditemukan.

Aranudi kemudian melapor kepada Kades Tumba dan selanjutnya melapor ke Mapolsek Manduamas.

Kapolsek Manduamas AKP M Nasir bersama Danramil 1 Barus Kapt ARH AS Butarbutar, kepala desa dan masyarakat bersama-sama melakukan pencarian di sepanjang Sungai Tumba.

Tak berapaa lama, korban Riniati akhirnya ditemukan di dalam air, juga sudah meninggal. Ketiga korban kemudian dibawa ke rumah keluarga mereka bermarga Laoli untuk disemayamkan.

Di rumah duka, dokter Puskesmas Manduamas melakukan pemeriksaan. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dan, keesokan harinya, atas kesepakan keluarga, ketiga jenazah dikebumukan di pekuburan umum di desa tersebut.

Kepala desa mengatakan, Aranudi Zega sangat terpukul atas kejadian itu. Dia belum bisa diwawancarai karena suaranya pun sudah sangat parau akibat menjerit-jerit saat peristiwa naas itu terjadi.

“Suaranya sangat serak akibat memanggil anaknya dan istrinya. Dia juga sangat lemas. Dari tadi malam dia terus menangis,” timpal warga lainnya, Idam Hasugian (35). (gp/ara/ms)

7 komentar:

  1. Ya Tuhan... semoga amal ibadah diterima dan kelurga yang di tinggalkan di beri ketabahan.

    Turut berduka cita

    BalasHapus
  2. Turut berdukacita, Damailah bersama Bapa di surga, Tuhan yg memberi Tuhan jg yg mengambil.
    Semoga Keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan penghiburan, Tuhan Yesus Memberkati

    BalasHapus
  3. Turut berduka y semoga tuhan menempatkan mereka diisinya dan keluarga yg di timpa diberi ketabahan.

    BalasHapus
  4. semoga mereka yg sudah tiada bersama Bapa Tuhan Yesus di Surga, dan smg Pak Zega mengiklaskan walaupun berat untuk menerima musibah ini.

    BalasHapus
  5. Sungguh terharu dgn ibu sartina yg begitu luar biasa. . . .menyelamat kan anak nya yg berada di ambang bahaya. . Walaupun usaha menyelamat kan anak nya tidak seperti yg di ingin kan nya. . . . . . . .namun luar biasa buat ibu sartina. . . . . .semoga di terima d sisi tuhan. . . .n kiranya keluarga yg di tinggal kan. . .dapat menerima dgn tabah atas musibah yg menimpa keluarga. . . . . .

    BalasHapus
  6. Turut berdukacita, Damai bersama Bapa disorga.

    BalasHapus
  7. Semuanya itu adalah kehendak-Nya. Kita tdk tau kapan dan dimana kita kembali kepadaNya. Bagi keluarga yg ditinggalkan banyaklah berdo'a dan berserah kepada Tuhan. Amin.
    Tuhan memberkati.

    BalasHapus