Raja Arab Pernah Angkat Orang Minang Jadi Kepala Polisi di Riyadh




Masa raja Saudi dipimpin Raja Ibnu Saud pernah mengangkat orang Padang menjadi kepala polisi (setingkat Kapolda) di Ibu Kota Saudi Arabia, Riyadh.

Nama Kapolda dari Padang itu adalah Mustafa Guguk, berasal dari desa Guguk di pinggiran Bukit Tinggi.

Buya Hamka dalam kisah perjalanan hajinya melaporkan pengangkatan itu disebabkan raja Saudi kagum pada ilmu "silat Padang" yang dimiliki Mustafa.

Satu ketika ada penjahat masuk istana Sang Raja. Polisi istana tidak ada yang berani menangkapnya.

Lalu Mustafa yang bekerja juga sebagai salah satu polisi istana itu mengejar penjahat, bertarung menggunakan ilmu "silat Padang" dan menang.

Raja terpesona : "Tamanna" (mau minta apa?) kata sang Raja. "Kepala polisi" kata Mustafa.

Maka diangkatlah dia jadi kepala polisi berkat ilmu Silat Padang itu. Benarkah ini?

Penelusuran sejarah diperlukan untuk mengungkap kebenaran orang Padang pernah jadi Kapolda Riyadh berdasar kisah perjalanan haji Buya Hamka ini.

Buya Hamka ingin menjelaskan, masa itu ada 3000 orang Indonesia menetap di Saudi Arabia dan orang Indonesia sangat disukai (termasuk oleh keluarga raja) sebagai pekerja yang rajin, tekun dan pintar.

Kisah perjalanan haji Hamka dapat dibaca dalam buku "Kenang kenangan Hidup"nya dan juga di buku "Mandi Cahaya di Tanah Suci".

Kisah perjalanan haji Buya Hamka juga bisa dibaca dalam buku kumpulan tulisan yang dikumpulkan Henri Chambert Loir dan Suyadi et.al.(2013) "Naik Haji di Masa Silam".

Berkat ilmu silat kita pernah dikabumi Raja Saudi, apakah kini kita masih punya ilmu silat yang.lain?

(Sumber : Facebook Prof Ichwan Azhari, Sejarawan ).

Tidak ada komentar