Fidelis, PNS yang Tanam Ganja Demi Obati Sang Istri Terancam Hukuman Mati




Petugas tetap akan memroses Fidelis Ari Sudarwoto, PNS yang menjadi tersangka kepemilikan 39 batang ganja di rumahnya, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Bunut, Kapuas, Sanggau, Kalimantan Barat.

Sekalipun dia beralasan bahwa tanaman yang masuk ke dalam narkotika golongan satu itu untuk menyembuhkan sang istri, Yeni Riawati.

"Tidak ada pengampunan ya. Tetap saja, itu kan sudah ada rencana ya. Kan ada larangan nanam ganja, ada larangan," tegas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3).

Pria yang akrab disapa Buwas itu bahkan sepakat jika PNS tersebut bisa terancam hukuman mati. "Ya kan hukuman mati wajar-wajar saja. Dia PNS, aparatur negara, kalau melakukan itu pengkhianatan terhadap negara. Dia ikut serta menghancurkan negara, harus hukumannya berat," tuturnya.

Kata Buwas, ganja sebagai pengobatan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran. Sebab, belum ada pembuktian secara medis hingga saat ini. "Itu darimana penyembuhannya kan harus dibuktikan. Penyembuhan itu kan harus melalui medis. Kata siapa itu menyembuhkan," sebut mantan Kabareskrim Mabes Polri itu.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau tengah meneliti ganja sebagai pengobatan itu. Kementerian Kesehatan pun dilibatkan guna mendapatkan hasil yang pasti. "Kita teliti, jadi kita tidak sembarang begitu ya, jangan katanya," ucap Buwas.

Dia menambahkan, BNN dan pihak kepolisian saat ini juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap Fidelis. "Jangan khawatir, pokoknya kita selamatkan negara bangsa ini," pungkas dia.

Diketahui, saat ditangkap petugas akhir Februari lalu, Fidelis mengaku bahwa ganja yang ditanamnya itu tidak untuk dijual, melainkan untuk mengobati istrinya yang menderita Syringomyelia.

Adapun Syringomyelia adalah kista berisi cairan (syrinx) dalam sumsum tulang belakang. Seiring waktu, kista bisa membesar, merusak sumsum tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit, kelemahan, dan kekakuan. Senin lalu, (27/3) Yeni meninggal dunia setelah tidak lagi mendapat pengobatan ekstrak ganja yang diracik suaminya itu. (dna/JPG)

Tidak ada komentar