Kisah Pria Tua yang Mencium Kening Raja Salman, mantan Penganut Buddha dan Misionaris yang Terinspirasi Umar Bin Khattab


Seperti dilansir media Al-Arabiya, Rabu (1/3/2017), pria berkopiah tersebut adalah Sheikh Hussain Yee, seorang cendekiawan muslim China-Malaysia yang disebut memiliki sejarah panjang dengan Arab Saudi. Namun tidak disebutkan sejauh mana kedekatan Yee dengan keluarga kerajaan Saudi.

Dilaporkan Al-Arabiya, Yee pernah mempelajari bahasa Arab dan studi Islam di Universitas Madinah. Yee merupakan presiden dan pendiri organisasi Al-Khaadem di Malaysia.

Ustadz Malaysia tersebut juga menjabat sebagai Penasihat dan Pejabat Mubaligh di PERKIM Kuala Lumpur, lembaga Malaysia untuk para mualaf baru. Yee sendiri sejak usia 18 tahun, telah menjadi mualaf dari sebelumnya seorang penganut Buddha.

Yee juga pernah menjadi Direktur Dakwah untuk Pusat Islam di Hong Kong pada tahun 1984 hingga 1985.

Foto Yee yang ramai dibahas netizen tersebut adalah ketika Raja Salman berkunjung ke Malaysia, sebelum kedatangannya di Indonesia hari ini. Malaysia merupakan negara pertama yang dikunjungi Raja Salman dalam tur Asia-nya yang akan berlangsung sekitar 1 bulan.

Islam adalah agama untuk semua umat di bumi

Kisah masuknya Umar ke dalam Islam di atas telah menginspirasi dan menjadi hidayah bagi Husein Yee. Ia tercengang ketika membaca buku tentang Umar bin Khattab  itu. Buku itu dibacanya, karena ia merasa sulit untuk membaca Alquran. Kisah masuk Islamnya umar membuat Yee tertarik untuk mempelajari Islam. ‘’Kitab itu (Alquran, red), pastilah sesuatu yang luar biasa karena mampu mengubah pandangan seseorang,’’ ujar Yee.

Saat itu, Yee sedang mencari kebenaran tentang Tuhan. Ia semakin penasaran untuk mengenal Islam. Ia mencari Alquran dan membacanya. Setelah membacanya berulang-ulang, dalam hatinya tumbuh sebuah keyakinan. ‘’Inilah agama yang selama ini aku cari,’’ ujarnya dalam hati.

Yee merasa Islam lebih rasional dan mampu menjawab pertanyaannya tentang Tuhan. Menurut dia,  agama ini sangat tepat sasaran. Islam hanya mengajarkan satu Tuhan, yaitu Allah,  dan bukan tiga Tuhan seperti konsep Trinitas. “Saya rasa ini sangatlah sederhana,” katanya.

Dalam pandangan Yee, tauhid Islam itu begitu mudah dan sangat sederhana. Untuk menjadi Muslim, kata dia, seseorang hanya perlu mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia makin terpesona dengan ajaran yang disebarkan Nabi Muhammad SAW itu, karena  Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi perdamaian dan saling menghormati.

Yee pun menyadari bahwa Islam bukanlah sebuah agama eksklusif yang hanya dimiliki atau dianut oleh satu kelompok tertentu. Menurutnya, Islam adalah sebuah agama yang universal. Allah SWT – Tuhan umat Islam --  tidak hanya untuk orang Arab, tetapi juga untuk orang Cina, Negro, dan semua orang di atas bumi ini. ‘’Islam adalah agama untuk semua umat di bumi,” tuturnya.

Gautama bukanlah Tuhan yang harus disembah

Jauh sebelum memeluk Islam, Yee adalah penganut Buddha.  Ia mulai melakukan pencarian, setelah merasa agama yang dipeluknya itu tidak lagi memuaskan hatinya. Ia menilai, ajaran agamanya sudah tak lagi sesuai dengan yang diajarkan Gautama.

Menurut Yee, Gautama bukanlah Tuhan yang harus disembah.  Gautama adalah seorang Pangeran yang berkelana mencari kebenaran. Lalu ia mendapatkan ‘pencerahan’ dan dijuluki Sang Buddha. Ia memberikan ajaran-ajaran yang ia peroleh dari semedinya kepada orang-orang.

“Ia (Gautama) tidak mengklaim dirinya sebagai Tuhan,” kata Yee dalam acara The Deen Show. Menurut dia, dalam menjalani kehidupan beragama, seseorang harus benar-benar mendalami agama.

Ia mendalami agama tradisionalnya dengan bekerja di biara. Lama mengabdi pada biara membuatnya sadar bahwa apa yang dilaksanakan orang-orang sudah melenceng dari ajaran Gautama. ‘’Orang-orang mulai memuja dan berdoa kepada Gautama, yang sama sekali tidak mengizinkan orang untuk memujanya.’’

Dengan perasaan kecewa,  ia  lalu pindah keyakinan menjadi seorang penganut Kristen, agama yang banyak dipeluk penduduk di Cina. Di awal menjadi seorang kristiani, pria yang berusia sekitar 60 tahunan itu menganggap Kristen sebagai agama yang indah. “Saya rasa sangat indah karena Kristen mengajarkan tentang cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama serta tetangga,” kenangnya.

ISLAM = I Shall Love All Mankind

Selain itu, menurut Yee, Kristen adalah agama yang ‘bebas’. Hanya dengan mengatakan percaya dengan agama tersebut, kata dia,  bebas melakukan apapun yang dimauinya. Ketika seseorang melakukan kesalahan, lalu dia melakukan pengakuan di depan pendeta, maka dosanya akan hilang dan dia bersih kembali. ‘’Itu mudah,’’ tuturnya.

Ia lalu mengajarkan agama Kristen kepada orang-orang di sekitarnya. Ia pun sempat berkomitmen dengan sekolah misionaris untuk menyebarkan Kristen. Yee sempat berpikir dirinya akan menjadi orang yang sangat egois apabila menyimpan sendiri agamanya.

Yee pun kembali ke lingkungannya dan menyebarkan Kristen kepada mereka. Untuk menjadi seorang misionaris, Yee mengaku perlu mempelajari banyak hal tentang Kristen. “Saya harus mempersiapkan diri dan belajar lebih dalam mengenai Kristen dan Trinitas yang menjadi inti dari agama cinta ini,” ceritanya.

Kegundahan kembali menerpa hatinya, ketika Yee mempelajari Trinitas. Tidak mudah baginya untuk menerima konsep ‘’Tiga Tuhan’’ ini. Sulit baginya mempercayai seseorang yang menjadi Tuhan dan Tuhan yang menjadi seorang manusia yang fana. Kegalauan itu disampaikannya kepada seorang pendeta.

Kepada pendeta itu, Yee bercerita betapa hatinya sulit sekali menemukan kebenaran akan Kristen. Pendeta tersebut berkata pada Yee, “Bersabarlah, Roh Kudus akan datang padamu dan memberikanmu pencerahan.” Yee  pun menunggu dan menunggu akan kedatangan Roh Kudus. Akan tetapi, yang ditunggunya tak kunjung datang.

Padahal,  ia ingin sekali menyebarkan Kristen kepada teman-temannya. Saat itu,  Yee bahkan berpikir mereka akan masuk neraka apabila tidak menganut Kristen. ia menganggap orang-orang itu tersesat.

Pada saat yang sama, Yee memiliki teman-teman Muslim.  Namun, ia sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang Islam. Awalnya, Lee berpikir bahwa Islam adalah agama untuk orang-orang tertentu saja, bukan agama untuk semua orang.

Ketika masih mempercayai Kristen, ia ingin sekali mengajak teman-temannya yang Muslim untuk berbagi agama yang dipeluknya. Ia ingin mengatakan, “Tuhan mati untuk menyelamatkan kita semua.” Yee pun diam-diam mempelajari agama Islam.

Sayangnya, kata dia, pada era 1960-an, orang-orang non-Muslim tidak dibenarkan membaca Alquran. Hingga akhirnya, ia membaca buku tentang Umar bin Khattab. Sejak itulah, Yee mulai menemukan apa yang dicarinya selama ini.  Ia menemukan kebenaran dalam Islam.

Menurutnya, Islam adalah agama perdamaian, karena ia diciptakan untuk semua. Bagi Yee Islam adalah sebuah akronim dari I Shall Love All Mankind (Saya mencintai seluruh umat). Kini, Yee menjadi seorang ulama. Di berbagai tempat dan kesempatan, ia selalu menyampaikan dakwah Islamiyah. (detik/republika)

Tidak ada komentar