MISTIS! Jasad Gideon Situmorang Muncul Setelah Namanya Dipanggil 3 Kali



Gideon Situmorang, 51, petani kemenyan yang hilang 15 hari lalu di hutan Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara pada (16/3) lalu akhirnya ditemukan.

Namun, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Jasad Gideon muncul ke permukaan setelah keluarga dan warga melakukan ritual tepat pukul 12.00 WIB, kemarin (28/3).

Jasad bapak lima anak tersebut ditemukan di Sungai Rahu tak jauh dari tempat ditemukannya bakul dan handuk milik korban, namun kondisi jasad itu sudah membusuk.

Kesedihan berbalut kelegaan dirasakan Mesdianna Barasa, istri korban dan anak-anaknya. Segala upaya telah mereka lakukan, pada akhirnya jasad korban ditemukan.

Sebelumnya, mereka telah mencari di sepanjang jalan setapak menuju kebun yang diduga tempat Gideon hilang, memeriksa sepanjang aliran sungai Rahu dan terakhir melibatkan bantuan paranormal, seperti yang disarankan Saoloan Sihotang, 47, tetangga korban.

Hokdin, salah seorang anak korban kepada New Tapanuli (Jawa Pos Group) sesaat setelah jasad korban dievakuasi mengatakan, penemuan jasad ayahnya berkat bantuan paranormal yang kenalkan tetangganya.

Hokdin menjelaskan, pagi itu dia mendapat telepon dari saudara yang telah menanyakan paranormal di Doloksanggul bahwa ayahnya bisa ditemukan dengan melakukan ritual.

Dikatakan, mereka harus pergi ke Sungai Rahu, ke lokasi tempat ditemukannya bakul dan handuk korban, tepat pukul 12.00 WIB. Dan, salah satu anggota keluarga harus masuk ke sungai memanggil nama korban sebanyak tiga kali.

Tanpa pikir panjang, Hokdin bersama abangnya, Kardo serta dua keponakan korban melakukan apa yang dianjurkan paranormal tersebut.

”Jam 08.30 WIB, kami berangkat ke lokasi. Sampai di lokasi, belum jam dua belas. Jadi, kami tunggu sampai jam dua belas tepat, karena itu syarat utama,” kata Hokdin.

“Jam dua belas tepat, saya turun ke sungai dan memanggil nama bapak, seperti yang telah dianjurkan. Pertama saya panggil, tiba-tiba kaki kanan bapak timbul ke permukaan, kira-kira 15 meter di hulu tempat saya berdiri. Kemudian, saya panggil kedua kali, jasad bapak langsung ngambang.”

“Saya panggil ketiga kali, jasad bapak hanyut dan sangkut di tapos (tumpukan kayu dan ranting-ranting pohon yang sengaja dibuat petani sebagai pengganti pintu air untuk irigasi). Lalu kami panggil warga dari kampung untuk mengevakuasi jasad bapak. Itu nyata,” lanjut Hokdin.

Hokdin menggambarkan, kondisi jasad ayahnya saat ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan mulai membusuk.

“Tangan kanannya dari siku terlepas dan tidak berhasil kami temukan. Kulit kepala serta rambutnya juga sudah tidak ada dan perut juga sudah pecah. Mungkin karena sudah terlalu lama di dalam air. Oleh karena itu, jasadnya harus dibungkus dengan plastik. Hal itu terpaksa dilakukan karena sudah bau dan tidak utuh lagi,” jelasnya berurai airmata.

Amatan New Tapanuli, keluarga korban terlihat menangisi jasad korban yang dibungkus dengan plastik hitam. Puluhan warga dari berbagai dusun juga memenuhi halaman rumah korban untuk menyaksikan penemuan jasad korban hilang tersebut.

Sementara, Kapolsek Parlilitan AKP Adjie Makno bersama Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang juga terlihat di lokasi rumah duka menyampaikan ucapan turut berdukacita serta memberi kata-kata penghiburan kepada keluarga korban.

Terkait peristiwa yang merenggut nyawa korban, Kapolsek mengatakan bahwa peristiwa tersebut adalah murni kecelakaan. “Dari pengamatan kita, ini murni kecelakaan. Pihak keluarga pun tidak menaruh curiga atas kematian korban,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gideon Situmorang, yang diduga terseret arus sungai hilang sejak Kamis (16/3) lalu. Kepala Dusun Ambalo Asterinus Situmorang mengatakan, seperti biasanya, pada Kamis (16/3) sekira pukul 08.00 WIB, Gideon berangkat ke hutan Partopi sekitar 3 kilometer dari Ambalo.

Istri Gideon, merasa cemas karena sampai pukul 20.00 WIB suaminya belum kembali. Dia kemudian memberitahukan kepada anaknya, Hokdin, yang masih lajang, bahwa ayahnya belum kembali dari hutan kemenyan, sementara hari sudah malam.

Hokdin lalu memberitahukan kepada kepala dusun, kemudian warga pun dikumpulkan dan memberitahukan kabar tersebut. Setelah berembuk, warga kemudian bersama-sama menyusul Gideon ke hutan.

Mereka mencari sepanjang jalan hingga ke kebun kemenyan milik Gideon, namun tidak berhasil menemukan warga Dusun Ambalo, Desa Sionom Hudon Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini. (sht)




Tidak ada komentar