Tabrakan Maut di Depan Komplek UISU, Truk Ngebut Hajar Angkot yang Dipenuhi Pelajar




Tragis! Dua nyawa melayang dan 21 penumpang luka-luka akibat kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Asahan Km 3,5 tepatnya di depan komplek SMA UISU, Kamis (2/3) pukul 13.15 WIB.

Kecelakaan berawal ketika satu unit Mitsubishi Fuso BK 8907 TD melaju dari arah Pematangsiantar menuju Perdagangan dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi kejadian, diduga truk hendak mendahului sebuah mobil yang searah dengannya.

Namun saat itu dari arah berlawanan ada satu unit angkutan umum GMSS Jaya  yang sedang berhenti dan hendak menaikkan penumpang yang merupakan pelajar SMP UISU.

Diduga tak bisa mengendalikan lajunya, supir truk kemudian menabrak angkutan kota GMSS Jaya yang dipenuhi pelajar. Begitu benturan terjadi, angkot GMSS Jaya itu kemudian ikut terdorong dan akhirnya menghantam dua angkot CV Bandar Jaya yang posisinya berada di belakang GMSS Jaya tadi.

Saking kerasnya dorongan akibat tabrakan itu, satu unit angkot Bandar Jaya BK 1108 UW ikut terpental hingga melewati parit dan menghantam tembok pagar komplek UISU. Sementara satu unit lainnya, yakni angkot Bandar Jaya BK 1689 WC terbalik di trotoar jalan.

Warga dan para pelajar yang berada dalam ketiga angkutan kota itupun sontak menjerit sembari meminta pertolongan. Selanjutnya, keadaan semakin ramai seiring datangnya ratusan pelajar dan warga yang mengetahui adanya kejadian. Mereka tampak menyemut di lokasi dan berusaha mengevakuasi para korban.

Karena padatnya lokasi, menyebabkan Jalan Asahan mengalami kemacetan selama dua jam dan berdampak pada lamanya proses evakuasi.

Selanjutnya, warga yang merasa peduli atas kejadian langsung melarikan para korban luka menggunakan mobil menumpang yang sedang melintas. Tak lama, ambulan milik RS Horas Insani yang sedang melintas pun turut membawa para korban ke rumah sakit.

Naas bagi supir angkot GMSS Jaya. Korban terjepit pada bagian depan mobil yang dikendarainya. Bahkan proses evakuasi terhadap korban sulit dilakukan berhubung parahnya kerusakan mobil yang menghimpitnya.

Korban yang bernama Saorna Pasaribu (34) warga Jalan Durian, Nagori Lestari Indah, Kecamatan Siantar ini tewas di tempat.

Ditemui METRO SIANTAR di lokasi kejadian, Kardi (50) Warga Karang Bangun, Kecamatan Siantar, salah seorang pekerja yang sedang membangun gapura pintu masuk Masjid komplek UISU itu mengaku tidak melihat langsung kejadian karena ia sedang Sholat di masjid. Namun begitu, ia mengaku sempat mendengar jeritan para pelajar yang bersahut-sahutan dari dalam ketiga angkot tersebut.

“Tolong… Tolong, tolong… Begitu suara teriakan para siswa SMP yang nampaknya baru pulang sekolah dan naik angkutan itu. Usai sholat, kami mendengar suara teriakan minta tolong para korban setelah sebelumnya mendengar suara benturan keras.

Lalu kami keluar dari masjid dan lihat angkot GMSS Jaya sudah lengket dengan truk loging di seberang jalan. Sementara mobil angkot yang lain sudah kondisinya seperti baru tercampak di sisi jalan lainnya,” jelas Kardi menceritakan saat dirinya berlari menuju lokasi kejadian.

Masih di lokasi kejadian, seorang pelajar Alpandi kepada METRO SIANTAR dan awak media lain yang menanyainya mengatakan, saat itu mereka memang baru saja keluar dari sekolah.

“Kan memang jamnya pulang sekolah. Jadi kami memang hendak pulang ke rumah makanya banyak anak sekolah yang sedang menunggu angkot. Trus karena tabrakan itu, ada juga pelajar yang tidak naik angkot ikut terkena. Termasuk pedagang bakso pikul yang sedang di sana. Kalau supir angkot itu mungkin tewas Bang. Karena terjepit dan sudah tidak bergerak lagi tadi habis tabrakan,” ungkap Alpandi yang mengaku saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi kejadian. (ms)

Tidak ada komentar