Video Rumah Tak Layak Huni di Simalungun Jadi Viral, Pejabat Desa Marah




Video dan foto seorang ayah dan anaknya tinggal dalam gubuk tak layak huni menjadi viral dan perbincangan hangat di media sosial. Keduanya merupakan warga Dusun Kode Cina, Nagori Pokkan Baru, Kecamatan Hutabayu Raja, Simalungun.

Video itu pertamakali diunggah oleh pemilik akun Facebook, Golang Harianja. Di video itu terjadi perbincangan antara Golang Harianja dengan pemilik gubuk, Fernando Simaremare (40) yang sedang bersama anaknya.

Suasana gubuk terlihat sangat memprihatinkan. Fernando dan anaknya yang tidak mengenakan baju memperlihatkan bagian dalam gubuk yang kondisinya rusak berat. Dinding tepas yang mengeliling gubuk itu tampak berlubang-lubang. Saking besarnya lubang di dinding, siapa saja bisa masuk lewat lubangnya.

Tak hanya itu, kondisi lantai juga tidak disemen dan hanya terbuat dari tanah. Pada bagian kamar, tampak papan dibentangkan sebagai tempat beristirahat. Tinggi papan hanya berjarak beberapa centimeter saja dari lantai tanah gubuk itu.

Belum lagi melihat kondisi atap gubuk yang sudah bocor, dan bagian gubuk lainnya yang sudah kelihatan rapuh dan berlubang. Menurut pengakuan Fernando, ia sudah delapan tahun tinggal bersama anaknya di gubuk itu.

Sementara Golang Harianja yang mengupload video tersebut mengatakan, Fernando Simaremare merupakan penduduk Dusun Kode Cina yang memiliki dua anak.

“Anaknya masing-masing berumur 10 tahun dan 8 tahun, keduanya tidak sekolah karena permintaan Fernando. Sementara istri Fernando pergi tanpa alasan yang jelas saat anak-anaknya masih kecil. Aneh memang di zaman seperti ini masih ada yang tinggal di gubuk yang begitu rusak. Semua bangunannya sudah bocor, heran juga bagaimana mereka bisa hidup di sana,” kata Golang Harianja kepada METRO SIANTAR, Minggu (5/3).

Golang menambahkan, saat ini yang perlu dicari jalan keluarnya adalah bagaimana nasib kedua anak Fernando itu.

“Soalnya keduanya putus sekolah dan sekarang, kesehariannya mereka memungut berodolan sawit dari kebun orang lain. Hasilnya untuk makan mereka bertiga. Sementara Fernando tidak jelas apa pekerjaannya.”

Menurut Golang, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) perlu mengetahui informasi ini. Karena ini menyangkut anak yang dibiarkan terlantar.

“Mungkin tahap awal yang perlu bantuan rehab rumah untuk Fernando. Sementara itu anaknya dikembalikan sekolah. Anaknya itu bisa saja ikut keluarga atau siapa pun, yang penting masa depannya bisa lebih baik,” katanya.

Terpisah Pangulu Nagori Pokkan Baru, Bahari Sitinjak mengatakan, dirinya sudah mendapat informasi soal Fernando Simaremare pasca diuploadnya video tersebut di media sosial. Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut, karena tidak terlebih dahulu mengonfirmasi kejadian sebenarnya.

“Camat sudah menanyakan itu sama saya. Memang dia tinggal di gubuk, tapi sepengatahuan kami, orangtuanya itu termasuk orang yang berada,” kata Sitinjak.

Dia menjelaskan, setelah menjadi pembahasan di media sosial, pihaknya akan menggelar diskusi untuk mencari jalan keluar menyelesaikan masalah ini dengan berkoordinasi ke kepala dusun, serta keluarga.(esa/hez)

Tidak ada komentar